PENDIDIKAN SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN KESADARAN DIRI (AL-MA’RIFATUN NAFS)

Achmad Fauzi, Andewi Suhartini, Nurwadjah Ahmad

Abstract


Pendidikan merupakan tahap penting dalam menumbuhkan, mengembangkan, dan memperkuat kesadaran diri manusia (ma’rifatun nafs). Pendidikan dalam tujuannya harus mampu menjadi jalan manusia untuk mengenali dirinya (ma’rifatun nafs) sehingga mampu meeraih tujuan yang utama yang mengenali Tuhannya (ma’rifatullah). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan makna pendidikan sebagai upaya pengembangan kesadaran manusia (ma’rifatun nafs). Penelitian ini menggunakan jenis studi kepustakaan (library research), metode deskriptif dan pendekatan kualtitatif. Pendekatan ini digunakan karena data-data atau bahan-bahan yang diperlukan dalam menyelesaikan penelitian tersebut berasal dari perpustakaan baik berupa buku, ensklopedi, kamus, jurnal, dokumen, majalah dan lain sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan sangat penting dalam upaya kesadaran diri (ma’rifatun nafs) manusia sebagai jalan menuju tujuan pendidikan yang utama yaitu ma’rifatullah. Namun, ada beberapa masalah yang dihadapi Terkadang, ada di antara manusia ingin menggapai ma'rufatullah tanpa memulai pemahaman lebih mendalam siapa dirinya sesungguhnya (ma'rifatun nafs). Akhirnya, manusia tersebut tidak akan menemukan apa-apa kecuali keputusasaan atau kerancuan dalam pemikiran. Selama seseorang ada rasa “keakuannya” maka hal tersebut belum dapat disebut ma'rifatunnafs. Dengan demikian, ma'rifatunnafs sesungguhnya tidak lain adalah ma'rifatullah.


Keywords


Pendidikan, ma’rifatun nafs, ma’rifatullah

Full Text:

PDF

References


A. M. Zamry. Keajaiban Manusia, (Menyingkap Misteri Ruh, Management Of Soul, Mengenal Diri Allah). Bandung: Marja, 2007.

Abdurrahman An-Nahlawi. Prinsip-Prinsip Dan Metoda Pendidikan Islam Dalam Keluarga, Di Sekolah, Dan Di Masyarakat Terj. Herry Noer Ali. Bandung: Diponegoro, 1992.

Afrida. “Hakikat Manusia Dalam Perspektif Al-Qur`an.” Al-Qisthu: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Hukum 16, no. 2 (2018): 54. https://doi.org/10.32694/010510.

Ahmad Warson Munawir. Kamus Al-Munawir. Yogyakarta: Pesantren Krapyak, 1984.

Al-Jauziyah, Ibn Qayyim. 16 Langkah Menuju Puncak Kedamaian Jiwa Terj. Abdul Majid. Jakarta: Gadika Pustaka, 2006.

Aminullah Cik Sohari. Teori Bimbingan Dan Konsling Islam. Palembang: IAIN RF Press, 2006.

Arifien, M. Ilmu Pendidikan Islam, Tinjauan Teoritis Dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner. Jakarta: Bumi Aksara, 2006.

Burlian, Paisol. “Konsep Al-Nafs Dalam Kajian Tasawuf Al-Ghazᾱlī.” Theologia 24, no. 2 (2013): 1–24.

Citra Umbara. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru Dan Dosen. Bandung: Citra Umbara, 2011.

Daniel Goleman. Kecerdasan Emosi Untuk Mencapai Puncak Prestasi, Terj. Alex Tri Kantjono. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2003.

Darwan Raharjo. Ensiklopedia Al-Qur’an: Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-Konsep Kunci. Jakarta: Paramadina, 1996.

Djunaid, Hamzah. “Konsep Pendidikan Dalam Al-Qur’an (Sebuah Kajian Tematik).” Lentera Pendidikan 17, no. 0411 (2014): 139–50.

Fauzi, Achmad. “Pendidikan Karakter Melalui Reward and Punishment.” UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 2017.

Fauzi, Ahmad. “Membangun Epistemologi Pendidikan Islam Melalui Kepemimpinan Spiritual: Suatu Telaah Diskursif.” Empirisma 24, no. 2 (2015): 155–67. https://doi.org/10.30762/empirisma.v24i2.16.

Hayati, Fitroh. “Pendidikan Karakter Berbasis Islam.” Ta’dib: Jurnal Pendidikan Islam 7, no. 1 (2018): 67–74. https://doi.org/10.29313/tjpi.v7i1.3764.

Kartanegara, Mulyadhi. Jalal Al-Din Rumi Guru Sufi Dan Penyair Agung. Bandung: Penerbit Teraju, 2004.

Koesoema, Ahmad Doni. Pendidikan Karakter; Strategi Mendidik Anak Di Zaman Global. Jakarta: Grasindo, 2007.

Langulung, Hasan. Azas-Azas Pendidikan Islam. Jakarta: Pustaka Al-Husna, 1993.

Ma’zumi, Syihabudin, and Najmudin. “Pendidikan Dalam Perspektif Al-Qur'an Dan Al-Sunnah : Kajian Atas Istilah.” Tarbawy 6, no. 2 (2019): 194–209. https://doi.org/10.17509/t.v6i2.

May, Asmal. “Melacak Peranan Tujuan Pendidikan Dalam Perspektif Islam.” Tsaqafah 11, no. 2 (2015): 209. https://doi.org/10.21111/tsaqafah.v11i2.266.

Mudin, Moh. Isom. “Konsep Makrifat Menurut Ibnu Athaillah Al-Sakandari.” Kalimah 14, no. 2 (2016): 155. https://doi.org/10.21111/klm.v14i2.610.

Mutawali, Muhammad. “Pendidikan Islam Dan Pertaruhan Akhlak Anak Bangsa.” Fitra 3, no. 3 (2010).

Nasaruddin Umar. “Jalan Hidup Salikin: Ma’rifatullah Dan Ma’rifatunnafs.” Republika, 2014. https://republika.co.id/berita/dunia-islam/gaya-sufi/14/02/21/n1bq1m-jalan-hidup-salikin-marifatullah-dan-marifatunnafs-2habis.

Nasution, Harun. Falsafat Dan Mistisisme Dalam Islam. Jakarta: Bulan Bintang, 1999.

Nata, Abuddin. Akhlak Tasawuf. Jakarta: Rajawali Press, 2018.

Ramayulis. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia, 2002.

Santoso, Indra. Kamus Lengkap Praktis 950.000.000 Inggris-Indonesia Dan Indonesia- Inggris. Surabaya: Fajar Mulya, n.d.

Suhrawardi, Syihabuddin Umar ibn Muhammad. Awarif Al-Ma’arif, Sebuah Buku Daras Klasik Tasawuf, Terj. Ilma Nugrahani Ismail. Bandung: Pustaka Hidayah, 1998.

Suryadi, Rudi Ahmad. “Pendidikan Islam: Telaah Konseptual Mengenai Konsep Jiwa.” Ta’lim 14, no. 1 (2016): 37–50. http://jurnal.upi.edu/file/03_Perspektif_Islam_Mengenai_Pendidikan_Jiwa_-_Rudi.pdf.

Suyatno. “Dekonstruksi Pendidikan Islam Sebagai Subsistem Pendidikan Nasional.” Jurnal Pendidikan Islam IV, no. Juni (2015).

Tafsir, Ahmad. Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005.

Zuhara, Evi. “Konsep Jiwa Dalam Tradisi Keilmuan Islam.” Jurnal Edukasi 4, no. 1 (2018): 44–66. https://doi.org/10.1542/peds.2006-2099.




DOI: http://dx.doi.org/10.24127/att.v4i01.1217

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

 

View My Stats

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.