EFEKTIFITAS METODE STAD (STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENTS DIVISION) PADA MATERI LARANGAN PERGAULAN BEBAS DAN MENDEKATI ZINA DAPAT MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X IPA 1 SEMESTER GANJIL SMA NEGERI 3 METRO TAHUN PELAJARAN 2016/2017

elyana elyana

Abstract


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat efektifitas penggunaan metode STAD (Student Teams Achievement Division) dalam materi larangan pergaulan bebas dan mendekati zina dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah tindakan kelas (Classroom Action Research). penelitian tindakan kelas ini menggunakan model desain siklus milik Kemmis dan Mc Taggart. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dengan kawan sejawat, dan untuk analisis data peneliti menggunakan analisis diskriptif kualititatif dengan melakukan triangulasi setelah semua data terkumpul.

Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa Metode STAD memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin meningkatnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru pada setiap siklus. Dari hasil tes siklus I hanya 23 (65,78%) siswa yang mencapai ketuntasan secara individu dan yang belum tuntas terdapat 12 siswa (34,32%) yang belum mencapai ketuntasan. Ketidaktuntasan disebabkan karena pada siklus I masih banyak siswa yang belum paham terhadap materi ajar dan kurang serius dalam mengerjakan soal, hal tersebut merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Adapun faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah faktor internal, dimana faktor internal itu meliputi aspek fisiologi dan aspek psikologi. Aspek fisiologi ini adalah kesehatan tubuh siswa itu sendiri sedangkan aspek psikologi adalah kemapuan, minat dan prestasi belajar siswa itu sendiri. Pada siklus II dan III prestasi belajar siswa sudah mengalami peningkatan, adapun nilai presentase yang diperoleh  pada siklus II adalah 85,80% (30) siswa yang mencapai ketuntasan secara individu dan 14,30% (5) siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar, dan pada siklus III semua siswa tuntas dalam mengerjakan tugasnya tidak ada yang tidak tuntas. Pada siklus II dan III siswa sudah mulai serius dan sudah paham terhadap materi yang telah diajarkan. Hal ini sangatlah bermakna pada kedua siklus ini, proses pembelajarannya sudah mencapai ketuntasan dengan kategori baik sekali. Baik secara individu maupun kelompok.


Keywords


STAD (Student Teams Achievement Division), prestasi belajar

Full Text:

PDF

References


Arikunto, S. (2007). Penelitian Tindakan Kelas (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2008). Cetakan Ketujuh, Hlm, 3.

Baharuddin, dkk. 2008. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jogyakarta: Ar-Ruzz Media

Departemen Agama, R. I. (2005). al-Quran dan Terjemahnya. Bandung: Diponegoro.

Hamzah, B. U. (2007). Profesi kependidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Kusumah, W., & Dwitagama, D. (2010). Mengenal penelitian tindakan kelas edisi kedua. Jakarta: PT Indeks.

Moleong, L. (2013). J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif, 4–10.

Slavin, R. E. (2005). Cooperative learning teori, riset dan praktik. Bandung: Nusa Media, 236.

Sugiyono. 2009. Model-model Pembelajaran Inovatif. Surakarta: Yuma Pusaka

Sudjana, N. (2005). Proses belajar mengajar. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru Algensindo.




DOI: http://dx.doi.org/10.24127/att.v4i01.1224

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

 

View My Stats

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.