ANALISIS KEHILANGAN STEAM DAN PENURUNAN TEMPERATUR PADA JARINGAN DISTRIBUSI STEAM DARI PT. KDM KE PT. KNI

Ahmad Yani, Ristyohadi Ristyohadi

Abstract


Steam adalah sumber energi yang banyak dipakai dalan dunia industri modern saat ini Petro Chemical, Oil and Gas, Healt and Food, fertilliser demikian juga dengan PT. Kaltim Nitrate Indonesia, sebagai penghasil Ammonium Nitrate kelas dunia, tentu memerlukan steam dalam jumlah yang sangat besar. Untuk memenuhi kebutuhan akan steam diperlukan adanya jaringan pipa distribusi atau pipe line steam dari PT. Kaltim Daya Mandiri hingga metering station yang ada di PT. Kaltim Nitrate Indonesia. Berdasarkan data awal pada Direct Control System, ada kehilangan steam (steam loss) sebesar 2.5 ton per jam dan penurunan temperatur yang sangat signifikan yaitu sebesar 96 ᵒC. Line steam ini menggunakan pipa Crommoly berdiameter 8” (200 mm) sepanjang 1008 Meter, terhubung dengan header dengan tekanan tinggi Sehingga tekanan steam sepanjang jalur distribusi relatif stabil. Untuk mengurangi perpindahan panas yang terjadi, di sepanjang jalur distribusi di pasang lapisan pelindung panas (Insulation). Namun demikian karena sifat steam yang mudah kehilangan panas karena konduksi, konveksi dan radiasi maka terjadi perpindahan panas secara simultan yang mengakibatkan steam mengalami kondensasi atau perubahan fase dari uap kering menjadi uap basah atau cairan.  Proses pembuangan air dilakukan oleh steam trap namun sering terjadi malah steam ikut terbuang percuma karena adanya kebocoran pada steam trap hal inilah yang menyebabkan adanya kehilangan steam dan penurunan temperatur di sepanjang jalur distribusi steam dari Kaltim Daya Mandiri menuju Kaltim Nitrate Indonesia.

Tujuan penelitian ini dilakaukan untuk mencari penyebab terjadinya kehilangan steam dan penurunan temperature jaringan pipa distribusi atau pipe line steam. Dari hasil penelitian didapatkan penyebab terjadinya kehilangan steam dan penurunan temperature jaringan pipa distribusi atau pipe line steam:

  1. Kehilangan steam diakibatkan oleh dua faktor utama yaitu:
  2. Laju perpindahan secara simultan yang terjadi pada jalur distribusi.

b. Kondisi steam trap yang bocor (leaking)

  1. Penurunan temperatur secara signifikan terjadi karena perubaham fase.
  2. Perlu pengecekan dan perbaikan berkala sehingga setiap kerusakan yang terjadi dapat diketahui secara dini. 

 

Kata Kunci: kehilangan uap (steam loss), penurunan temperatur, dan jaringan distribusi.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24127/trb.v6i2.558

Refbacks

  • There are currently no refbacks.