PENGELOMPOKAN DAN PERLAKUAN SERTA KEMAMPUAN BAKAR KULIT BIJI MENTE PADA TEKNOLOGI BAKAR KULIT BIJI MENTE

Yohanes Benediktus Yokasing, Amiruddin Abdullah, Antonius Pangalinan

Abstract


Biji mente berukuran kecil, sedang dan besar, kulit biji mente yang keras, dan CNSL yang ada pada kulit biji, yang bersifat racun. Kacang mente yang bermutu harus bebas dari CNSL, utuh dan tetap berwarna putih. Untuk itu dibuat Teknologi Bakar Kulit Mente yang memiliki 3 Selinder Ruang Vertikal”. Untuk bahan bakar bambu prosentase CNSL terendah yakni 38,7 %, dengan perlakuan pengukusan 13 menit, pada dimensi biji kecil, sedangkan bahan bakar daun lontar terendah pada bahan bakar 44,7%, dengan perlakuan pengukusan 11 menit dan penjemuran selama 16 jam. Kacang mente berwarna kuning lebih banyak terjadi pada bahan bakau daun lontar. Prosentase CNSL tersedikit terdapat pada biji mente yang kecil, dibandingkan biji yang sedang, dan biji besar semakin tinggi prosentase.

Full Text:

PDF

References


. Anonymous, 1998, “Teknologi Pengolahan Gelondong Mete, Liptan, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Ambon,Nopember 1998, 2 hal.

. , 2015, Petani Mete Cari Pasar Di Luar NTT, Antara News, Oktober

. Bedy Sudjarmoko, 2010, Analisis Adopsi Teknologi Jambu Mete di Nusa Tenggara Timur, Bul. Littro. Vol. 21 No. 1, hal 69 – 79, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri

. Djokosetyardjo J. M., 2003, Ketel Uap, Cetakan Kelima, Jakarta, PT. Pradya Paramita

. Hidayat Wahyu Marifka, 2015, “27 Ribu Warga NTT Jadi TKI dalam 4 Tahun Terakhir” Tempo, co, Selasa, 09 Juni 2015

. Kreith Frank, Arko Projono Arko M.Sc., 1997, Prinsip-prinsip Perpindahan Panas, Edisi Ketiga, Jakarta, Erlangga

Lukman Wawan, 2005, Teknik Perbaikan Kualitas Pengkacipan Buah Mente dengan Pengukusan, Buletin Teknik Pertanian, vol. 10 no. 1

Istirokhatun T., Wardhana Wisnu Irawan dan Primely, 2011, “Analisa Pengaruh Kelembaban Kayu Terhadap Konsentrasi Pm 2,5 Dalam Dapur Berbahan Bakar Kayu Skala Replikasi Dan Rumah Tangga”Jurnal Presipitasi, Vol. 8 No.1 Maret 2011, ISSN 1907-187X

. Muljohardjo, M, 1991, Teknolodi dan Pengolahan Jambu Mete, Liberty, Yogyakarta

Rismunandar, 1990, Memperbaiki Lingkungan dengan Bercocok Tanam Jambu Mede dan Avokat, Bandung, Sinar Baru, Cetakan Kelima

Santoso, B., 1996, “Membuat Pengupas Biji Mente”, Tilik Desa IV (140) : 5

Yokasing B. Yohanes, 2014”, Upaya Mendapatkan Desain Mata Penyayat untuk Membangun Kacip Sesuai dengan Dimensi Kacang Mente di NTT”, Laporan Hasil Penelitian Rutin (tidak dipublikasikan), Kupang, Politeknik Negeri Kupang




DOI: http://dx.doi.org/10.24127/trb.v6i2.587

Refbacks

  • There are currently no refbacks.