PENDIDIKAN JIWA MANUSIA DAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PERUMUSAN TUJUAN PENDIDIKAN KOMPARASI PEMIKIRAN IBNU QAYYIM AL-JAUZIYAH DAN PAULO FREIRE

Muhammad Ruston Nawawi, Suci Hartati

Abstract


Hal ini penting untuk mengevaluasi semua aspek dari proses pendidikan, termasuk tetapi tidak terbatas pada program kegiatan, kurikulum, metodologi, biaya operasional, dan lainnya. Tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa baik siswa melakukan dalam mencapai tujuan. Bertentangan dengan fisik, yang dapat tetap tersembunyi, Ibn Qayyim berpendapat bahwa kebenaran jiwa adalah perasaan yang dapat mengetahui bahkan ketika tidak dapat dibayangkan. Inti emosionalnya, yang mampu merangkul kedua kelebihan dan kekurangan yang datang kepadanya, juga dapat bertindak sebagai panduan untuk bentuk fisiknya dalam menanggapi tekanan dan kapitulasi. Mengingat kecepatan cepat perubahan demografis dan budaya dalam masyarakat global kita, satu definisi yang mungkin dari pendidikan multicultural adalah proses mendidik siswa tentang dan dalam latar belakang budaya yang beragam. Pendidikan, menurut Paulo Freire, bukanlah "menara kerdil" yang mengabaikan atau meremehkan makna masyarakat dan budaya.


Keywords


pendidikan jiwa manusia, pendidikan multikulturan, perumusan tujuan pendidikan.



DOI: http://dx.doi.org/10.24127/att.v7i2.2994

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

 

 

View My Stats

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.