Persepsi Masyarakat Barru, Soppeng, Wajo, dan Sidrap Terhadap Gerakan Abdul Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan

Authors

  • Mutmainnah Rusli Universitas Negeri Makassar
  • Riskha Sudiarti Universitas Negeri Makassar
  • Risdayanti Risdayanti Universitas Negeri Makassar
  • Jumriana Jumriana Universitas Negeri Makassar
  • Aswar Aswar Universitas Negeri Makassar

DOI:

https://doi.org/10.24127/jlpp.v11i1.5226

Abstract

Penelitian ini mengkaji persepsi masyarakat di empat kabupaten Sulawesi Selatan, yakni Barru, Soppeng, Wajo, dan Sidrap, terhadap Gerakan DI/TII yang dipimpin Abdul Kahar Muzakkar pada periode 1950–1965. Melalui metode sejarah lisan dan pendekatan kualitatif, penelitian ini menemukan bahwa masyarakat memiliki persepsi yang beragam. Sebagian memandang gerakan ini sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan dan diskriminasi yang dialami putra daerah dalam tubuh militer dan pemerintahan pusat. Sebagian lain menyoroti cita-cita ideologis-keagamaan yang diusung, namun mengkritik metode kekerasan yang digunakan. Sementara itu, banyak masyarakat yang justru mengingat dampak negatif dari gerakan ini, seperti terror, pemerasan, pelarangan aktivitas ekonomi, serta trauma pengungsian yang berkepanjangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi masyarakat Basowasidrap terhadap Abdul Kahar Muzakkar bersifat ambivalen dan sangat dipengaruhi oleh pengalaman langsung, ikatan kekerabatan, serta pewarisan memori antargenerasi.

Published

2026-06-05