Pemberdayaan Masyarakat Pesantren Berbasis Spiritual-Preneurship Melalui Sistem Pembudidayaan Lele Bioflok

Cahaya Khaeroni, Muhammad Nur

Abstract


Abstrak

Pengembangan kewirausahaan pesantren menjadi sesuatu yang perlu untuk dikembangkan dengan tujuan untuk menumbuhkan semangat kemandirian pada para pengelola pondok pesantren. Hanya saja, sejauh ini masih banyak faktor kendala mengenai minimnya pengetahuan dan wawasan dari pihak pengelola pesantren mengenai pengelolaan wirausaha yang tepat, khususnya dalam hal pembudidayaan lele. Budidaya lele ini dipilih, mengingat peluang pasarnya sebenarnya cukup besar, dan pembudidayaannya cenderung relatif mudah dan praktis. Hanya saja sangat disayangkan, pola pembudidayaan lele yang pernah dicoba sejauh ini masih menggunakan sistem yang cenderung konvensional, sehingga selalu mengalami kegagalan. Padahal jika mau dikelola dengan sistem yang baik dan benar, peluang usaha dari budidaya lele ini bagitu sangat menjanjikan.Beranjak dari persoalan itulah, kegiatan pengabdian ini mencoba menawarkan pola pembudidayaan ikan lele dengan sistem bioflok. Berbeda dengan pola pengelolaan konvensional, sistem ini memungkinkan pembudidayaan ikan dengan lahan yang tidak perlu luas, namun dapat dilakukan dengan sistem tebar bibit ikan yang tinggi, hemat pakan ikan dan sekaligus ramah dari polusi lingkungan. Program ini mengambil tempat di Pondok pesantren Imadul Bilad Putri ‘Aisyiyah Imadul Bilad Kota Metro. Model pendekatan yang dipilih dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan Partisipatoris. Pendekatan ini digunakan sebagai sebuah elemen dasar proses pemberdayaan masyarakat berupa partispasi dan mobilisasi sosial (social mobilisation). Target luaran dari kegiatan ini diantaranya, Pertama, Pembuatan kolam lele dengan sistem bioflok, kedua, Pembentukan kelompok/tim pengelola budidaya lele., ketiga, Penerbitan artikel pada jurnal ilmiah ber-ISSN.

 

Kata kunci: Kemandirian Pesantren, pola pembudidayaan lele melalui sistem bioflok

 

Abstract

Entrepreneurship development of pesantren is something that needs to be developed with the aim to foster a spirit of independence in the boarding school managers. It's just that, so far there are still many obstacles to the lack of knowledge and insights from the pesantren management regarding proper entrepreneurial management, especially in terms of catfish cultivation. This catfish cultivation was chosen, considering the market opportunity is actually quite large, and cultivation tends to be relatively easy and practical. It's just a pity, the pattern of catfish farming that has been tried so far still uses a system that tends to be conventional, so it always fails. Whereas if it is managed with a good and right system, the business opportunity of catfish cultivation is very promising. Up from that problem, this service activity tries to offer a pattern of catfish farming with a biofloc system. In contrast to conventional management patterns, this system allows fish cultivation with land that does not need to be extensive, but can be done with a high fish seed stocking system, saving fish feed and at the same time friendly from environmental pollution. This program is located at Imadul Bilad Putri Islamic Boarding School 'Aisyiyah Imadul Bilad Metro City. The approach model chosen in the implementation of community service uses a participatory approach. This approach is used as a basic element of the community empowerment process in the form of participation and social mobilization. The output targets of this activity include, first, the making of catfish ponds with biofloc systems, second, the formation of catfish culture management groups / teams. Third, the publication of articles in ISSN scientific journals.

 

Keywords: Islamic Boarding School Independence, catfish cultivation pattern through biofloc system

References


Abdurrahman Wahid., (1995)., “Pesantren Sebagai Subkultur”, dalam M. Dawam Rahardjo (ed.). Pesantren dan Pembaharuan. ttp: LP3ES

Agriminakultura., (2008)., Konsep Budidaya Udang Sistem Heterotroph dengan Bioflocs, Biotechnology Consulting and Trading Komp. Bandung. Jawa Barat.

Alvika Meta Sari., Suratmin Utomo., Athiek Sri Redjeki., (2014). Peningkatan Motivasi berwiraswasta Santri Pondok Pesantren melalui pelatihan kewirausahaan. Jurnal teknologi Volume 6 Nomer 1-Januari.

Aris Munandar., (2006)., Pengembangan Kewirausahaan Sekolah, Jakarta: Direktorat Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional.

Avnimelech, Y., (2009)., Nitrogen Control and Protein Recycling: Activated Suspension Ponds. Global Aquaculture Alliance: 24, 227-238

Avnimelech, Y., (2007). Feeding with Microbial Flocs by Tilapia in Minimal Discharge Bio-Flocs Technology Ponds. Aquaculture, 264: 140-147.

Avnimelech, Y., B., Weber, A. Millstien., B. Hepher., and M. Zoran., (1994). Studies in Circulated Fishponds: Organic Matter Recycling and Nitrogen Transformation. Aquaculture and Fisheries Management 17, 231–242.

Azyumardi Azra., (1985)., ”Surau di Tengah Krisis: Pesantren dan Perspektif Masyarakat”, dalam Rahardjo (ed.), Pergulatan Dunia Pesantren Membangun dari Bawah, Jakarta: LP3ES.

Chusnul Chotimah., (2015)., ‘Pendidikan Kewirausahaan Di Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan’, Inferensi, 8.1

Clifford Geertz., (1983). Abangan Santri, Priyayi Dalam Masyarakat Jawa, terj. Aswab Mahasin, Jakarta: Dunia Pustaka Jaya.

Crab, R. Y, Avnimelech., T. Defoirdt., P Bossier., and W Verstraete. (2007). Nitrogen Removal Techniques in Aquaculture for a Sustainable Production. Aquaculture 270: 1-14.

De Schryver P, R. Crab T., Defoirdt., N. Boon , W Verstraete. (2008). The Basics of Bioflocs Technology: The Added Value for Aquaculture. Aquaculture 277: 125-137.

Dwi Astuti N, (2010). ‘SPIRITUALPRENEURSHIP SEBAGAI STRATEGI POSITIONING’.

Farid Ma’ruf Hariadi, (2010). “Arah Baru Pengelolaan Pondok Pesantren”, dalam Episteme Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, vol. 3, Juni.

Hasan Langgulung, (1988). Pendidikan Islam Menghadapi Abad ke-21, Jakarta: Pustaka Al-Husna.

Iksan, (2017) Islam Tradisional: Respons Pesantren Salaf terhadap Agenda Pembaharuan Pendidikan Islam di Indonesia, (Disertasi tidak diterbitkan, Jakarta: SPS UIN Syarif Hidayatullah.

Imam Tolkhah & Barizi, (2004). Membuka Jendela Pendidikan Mengurai Akar Tradisi, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Ismail Suardi Wekke, (2012). Pesantren dan Pengembangan Kurikulum kewirausahaan: Kajian Pesantren Raudahtul Khuffadz Sorong Papua Barat. INFERENSI; Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan.

Lilik Setiyaningsih and others, (2014). ‘Journal of Aquaculture Management and Technology Online Di : Http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jamt Journal of Aquaculture Management and Technology’, 3.535, 8–16.

M. Arifin, (1991). Kapita Selekta Pendidikan (Islam dan Umum),Jakarta: Bumi Aksara.

Mahpuddin Noor, (2006). Potret Dunia Pesantren: Lintasan Sejarah, Perubahan dan Perkembangan Pondok Pesantren, Bandung: Humaniora.

Mastuhu, (1994). Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren: Suatu Kajian Tentang Unsur Dan Nilai Sistem Pendidikan Pesantren. Jakarta: INIS.

Meredith, GG, et all, (2009). Kewirausahaan Teori dan Praktik, Penerbit PP Munawar.

Nurcholis Madjid,( 2006). Bilik-Bilik Pesantren, Jakarta: Paramadina.

Rosemarie Putnam Tong, (2011). Feminist Thought: pengantar paling komprehensif kepada arus utama pemikiran feminis, Yogyakarta: Jalasutra.

Sofia, Aya, et.al, (1985/1986). Pedoman Penyelenggaraan Pusat Informasi Pesantren. ProyekPembinaan dan Bantuan Kepada Pondok Pesantren di Jakarta Departemen Agama RI.

Sumarso Mestoko et.al, (1986). Pendidikan di Indonesia dari aman ke-Jaman, Jakarta: Balai Pustaka.

Sunyoto., (1995). “Pondok Pesantren Dalam Alam Pendidikan Nasional”, dalam M. Dawam Rahardjo (ed)., Pesantren Pembaharuan, ttp: LP3ES.

Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI, (2009). Manajemen Pendidikan, Bandung: Alfabeta.

Zamakhsari Dhofier, (1994). Tradisi Pesantren; Studi pandangan Hidup Kyai, jakarta; LP3ES.




DOI: http://dx.doi.org/10.24127/sss.v5i1.1478

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexing by:

  


Suporting by: