EDUKASI DAN PENDAMPINGAN PENDERITA DIABETES MELITUS DI DESA MARGOTOTO KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

Authors

  • Febri Sukiyanti Putri Department of Medical Laboratory Technology, Tanjungkarang Health Polytechnic
  • Tina Agustina Department of Medical Laboratory Technology, Tanjungkarang Health Polytechnic
  • Haifa Rizqi Nada Department of Midwifery, Tanjungkarang Health Polytechnic
  • Prayudhy Yushananta Department of Environmental Health, Tanjungkarang Health Polytechnic

DOI:

https://doi.org/10.24127/sss.v5i2.1650

Keywords:

Diabetes mellitus, DSME, gula darah, penyuluhan

Abstract

ABSTRAK

 

Diabetes Mellitus (DM) merupakan keadaan hiperglikemi kronik yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi kronik seperti menyebabkan retinopathies, hipertensi, penyakit jantung koroner, nefropati, dan neuropati. Faktor risiko DM terutama karena pola hidup yang tidak sehat, prokok aktif, dan jarang berolahraga. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat dan pendampingan kepada penderita DM. Pengabdian dilakukan dalam tiga tahap, yaitu analisis situasi, pelaksanaan intervensi dan evaluasi. Penyuluhan dan pemeriksaan kadar gula darah telah dilakukan terhadap 80 orang, dan 12,5% masuk dalam kategori prediabetes mellitus. Pendampingan penderita dilakukan dengan pendekatan DSME, berupa pemeriksaan kadar gula darah, pelatihan perawatan luka, serta edukasi kepada penderita dan keluarga penderita. Pengabdian diharapkan dapat meningkatkan perilaku hidup sehat masyarakat, serta meningkatkan kemandirian penderita sehingga berdampak pada peningkatan kualitas hidupnya.

 

Kata kunci: Diabetes mellitus, DSME, gula darah, penyuluhan

 

ABSTRACT

Diabetes Mellitus (DM) is a chronic hyperglycemic condition that can cause various chronic complications, such as causing retinopathies, hypertension, coronary heart disease, nephropathy, and neuropathy. DM's risk factors are mainly due to an unhealthy lifestyle, active smoker, and rarely exercising. Community service activities aim to provide education to the community and assistance to DM patient. The service was carried out in three stages, situation analysis, implementation of an intervention, and evaluation. Education and examination of blood sugar levels were carried out on 80 people, and 12.5% were categorized as Prediabetes Mellitus. Patient mentoring is carried out using the DSME approach, in the form of checking blood sugar levels, training in wound care, and educating sufferers and their families. Community service is expected to improve people's healthy lifestyles and increase the independence of sufferers so that it has an impact on improving their quality of life.

 

Keywords: Diabetes mellitus, DSME, blood sugar, counseling

References

Anderson, R. M., & Funnell, M. M. (2005). Patient empowerment: Reflections on the challenge of fostering the adoption of a new paradigm. Patient Education and Counseling, 57(2), 153–157. https://doi.org/10.1016/j.pec.2004.05.008
Fatimah, R. N. (2015). Diabetes Melitus Tipe 2. J Majority, 4(5), 93–101. https://doi.org/10.14499/indonesianjpharm27iss2pp74
Fauzia, Y., Sari, E., & Artini, B. (2015). Gambaran Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Diet Penderita Diabetes Mellitus Di Wilayah Puskesmas Pakis Surabaya. Jurnal Keperawatan, 4(2). https://doi.org/10.47560/kep.v4i2.147
Himawan, I. W., Pulungan, A. B., Tridjaja, B., & Batubara, J. R. L. (2016). Komplikasi Jangka Pendek dan Jangka Panjang Diabetes Mellitus Tipe 1 (Short- and long-term complications of type 1 diabetes mellitus). Sari Pediatri, 10(6), 367.
Kemenkes RI. (2018). Hari Diabetes Sedunia Tahun 2018. Pusat Data Dan Informasi Kementrian Kesehatan RI, 1–8.
Nugroho, E. R., Warlisti, I. V., Bakri, S., & Kendal, P. (2018). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Kunjungan Berobat Dan Kadar Glukosa Darah Puasa Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Kendal 1. Diponegoro Medical Journal (Jurnal Kedokteran Diponegoro), 7(4), 1731–1743.
Octaviana Wulandari, S. M. (2013). Perbedaan Kejadian Komplikasi Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Menurut Glukosa Darah Acak. Jurna Baerkala Eoidemiologi, I, 182–191.

Downloads