Rekonstruksi Konsep Diri Anak Berhadapan Dengan Hukum

Oryza Pneumatica Inderasari, Nuning Juniarsih, Solikatun Solikatun, Nila Kusuma

Abstract


ABSTRAK

Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) adalah anak yang berusia antara 12-18 tahun, yang berhadapan dengan sistem peradilan pidana. Kasus Anak Berhadapan dengan Hukum tidak hanya menyangkut anak sebagai korban kejahatan, tetapi anak juga berperan sebagai penjahat. Pengabdian kepada Masyarakat ini melanjutkan kegiatan penelitian Departemen Sosiologi Universitas Mataram 2019. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa perilaku menyimpang yang dilakukan anak disebabkan oleh kegagalan pengasuhan keluarga dan lingkungan sosial. Oleh karena itu, sebagai salah satu bentuk praktik tri dharma perguruan tinggi, Departemen Sosiologi menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat pada ABH. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pendampingan kepada anak-anak dalam rangka mempersiapkan penerimaan sosial masyarakat dan mampu merrekontruksi kembali kehidupan yang lebih baik. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat berupa kegiatan penyuluhan dan penyuluhan. Dalam kegiatan ini, anak dibekali dengan teknik Life Redesigning Children in Conflict with Law, mulai dari mengidentifikasi diri, membangun kesadaran, mengubah cara berpikir, dan menggali potensi diri serta meningkatkan konsep diri. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan bagi Anak Berkonflik dengan Hukum untuk memperkuat dan membentuk spiritualitas mentalnya, mendukung kesiapannya menghadapi masyarakat luar setelah merdeka.

 

Kata kunci : Anak Berhadapan dengan Hukum, ABH, Penerimaan Sosial, Konsep Diri Anak

 

ABSTRACT

 Children in Conflict with the Law (ABH) are children aged between 12-18 years, who are dealing with the criminal justice system. The case of children in conflict with the law does not only concern children as victims of crime, but children also play a role as criminals. This Community Service continues the research activities of the Department of Sociology, University of Mataram 2019. The results of the study reveal that deviant behavior by children is caused by the failure of parenting in the family and social environment. Therefore, as a form of higher education tri dharma practice, the Department of Sociology organizes community service activities at ABH. The purpose of this community service activity is to provide assistance to children in order to prepare for community social acceptance and be able to reconstruct a better life. methods of implementing community service in the form of counseling and counseling activities. In this activity, children are equipped with Life Redesigning Children in Conflict with Law techniques, starting from self-identification, building awareness, changing ways of thinking, exploring self-potential and improving self-concept. This activity is expected to be a means of fostering for Children in Conflict with the Law to strengthen and shape their mental spirituality, supporting their readiness to face the outside community after independence.

Keywords: : Children in Conflict with the Law, ABH, Social Acceptance, Child's Self-Concept


Keywords


Anak Berhadapan dengan Hukum, ABH, Penerimaan Sosial, Konsep Diri Anak

Full Text:

PDF

References


Suharto, et al. (2015). Interaksi Di Dalam Keluarga Dengan Anak Berhadapan Dengan Hukum Di Panti Sosial Masurdi Putra Bambu Apus Jakarta. Share Social Work Journal 5(1) diakses dari 10.24198/share.v5i1.13089

www.ham.go.id. (1 Agustus 2017). Anak Berhadapan dengan Hukum dalam Perspektif HAM. Jakarta: Direktorat Jenderal Hak Azazi Manusia Kementerian Hukum dan HAM RI diakses dari https://ham.go.id/2017/08/01/anak-berhadapan-dengan-hukum-dalam-perspektif-ham/

Yudhi, Mahendra. (2019). Pertanggungjawaban Pidana Orang Tua Terhadap Anak Sebagai Pelaku Tindak Pidana Lalu Lintas. Jurnal Equitable Vol. 4 No. 2 Tahun 2019. Riau: Fakultas Hukum, Universitas Muhammadiyah Riau. diakses dari https://doi.org/10.37859/jeq.v4i2.1701

www.tabulanews.id. (2019). Dampingi Anak, Prodi Sosiologi Unram Bina Anak Didik LPKA Lombok Tengah. Mataram diakses dari https://tabulanews.id/pengabdian-masyarakat-sosiologi-unram-2019-di-lpka-lombok-tengah/www.kpai.go.id. (18 Desember 2017). KPAI: Ada 3849 Pengaduan Kasus Anak pada Tahun 2017 diakses dari https://www.kpai.go.id/publikasi/kpai-ada-3849-pengaduan-kasus-anak-pada-tahun-2017




DOI: http://dx.doi.org/10.24127/sss.v5i2.1695

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


indexing by:

   

 

Supported by: