Penerapan Metode Bioflok Pada Budidaya Ikan Lele Di Kelurahan Margo Mulyo, Balikpapan Barat

Nurmawati Nurmawati, Destyariani Liana Putri, Muhammad Alif Fajar Rizky, Adinda Ernindita, Asy-syifa Ainina Amalia, Muhammad Fajaruddin, Yosi Kusumah Wardhana, Jaslam Ahsani, Muhammad Adhy Arifiyanto, Muhammad Yunus

Abstract


ABSTRAK 

 

Kelurahan Margo Mulyo merupakan salah satu Kelurahan di Kecamatan Balikpapan Barat dengan tingkat konsumsi ikan yang tinggi namun ketersediaan stok ikan rendah. Selama ini masyarakat hanya mengandalkan system penangkapan sehingga ketersediaan produksi ikan sangat terbatas. Kondisi tersebut berdampak pada tingginya harga ikan di pasaran. Kebutuhan masyarakat akan konsumsi ikan tidak terpenuhi, disisi lain perekonomian masyarakat tidak stabil. Salah satu solusi yang bisa ditawarkan untuk mengantisipasi masalah tersebut adalah dengan melakukan budidaya ikan baik itu budidaya ikan laut maupun darat. Kegiatan budidaya ikan di Kota Balikpapan masih kurang sehingga masih berpotensi tinggi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Pada kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata), budidaya yang dilakukan yaitu budidaya perikanan dengan sistem bioflok. Sistem bioflok merupakan sistem yang sangat ramah lingkungan dan dapat meningkatkan produktivitas hingga 3 kali lipat. Selain itu teknologi bioflok tidak membutuhkan lahan yang luas dan modal awal yang diperlukan relatif terjangkau. Jenis ikan yang dibudidayakan adalah Ikan lele karena jenis ikan ini memiliki beberapa keistimewaan dan budidayanya tergolong mudah (ikan lele relatif tahan terhadap penyakit). Kegiatan KKN diawali dengan sosialisasi budidaya ikan lele menggunakan sistem bioflok ke masyarakat. Tujuannya untuk mengedukasi dan menyamakan persepsi dengan masyarakat setempat. Selanjutnya pembuatan kolam budidaya hingga tahap budidaya ikan lele. Harapannya mahasiswa yang mengikuti KKN dapat memiliki keterampilan dan kreatifitas dalam merencanakan dan membuat solusi atas permasalahan yang ada di lokasi KKN serta masyarakat dapat menerapkan solusi permasalahan yang diterapkan dari program KKN.

 

Kata Kunci : Bioflok, Ikan Lele, Budidaya, Margo Mulyo, Balikpapan

 

ABSTRACT 

Margo Mulyo Village is one of the villages in West Balikpapan District with a high level of fish consumption but low fish stock availability. So far, the community has only relied on the system to ensure the availability of very limited fish production. This condition has an impact on the price of fish in the market. The community's need for fish consumption is not met, on the other hand the community's economy is unstable. One solution that can be offered to anticipate this problem is to cultivate fish, both marine and land fish cultivation. Fish farming activities in Balikpapan City are still lacking so that it is still high to improve the community's economy. In the KKN (Real Work Class) activities, the cultivation carried out is aquaculture with a biofloc system. The biofloc system is a very environmentally friendly system and can increase productivity up to 3 times. In addition, biofloc technology does not require a large area of land and relatively affordable initial capital. The type of fish that is cultivated is catfish because this type of fish has several features and its cultivation is relatively easy (catfish is relatively resistant to disease). Community service activities began with socialization of catfish farming using the biofloc system to the community. The goal is to educate and equalize perceptions with the local community. Furthermore, the manufacture of aquaculture ponds to the stage of catfish cultivation. It is hoped that students who take part in KKN can have the skills and creativity in planning and making solutions to problems that exist in the KKN location and the community can apply solutions to problems that are applied from the KKN program.

 

Keywords: Biofloc, Catfish, Aquaculture, Margo Mulyo, Balikpapan


Keywords


Bioflok, Ikan Lele, Budidaya, Margo Mulyo, Balikpapan

Full Text:

PDF

References


Faridah, F., Diana, S. and Yuniati, Y., 2019. Budidaya Ikan Lele Dengan Metode Bioflok Pada Peternak Ikan Lele Konvesional. CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), pp.224-227.

Gunadi, B. and Hafsaridewi, R., 2008. Pengendalian Limbah Amonia Budidaya Ikan Lele dengan Sistem Heterotrofik Menuju Sistem Akuakultur Nir-Limbah. Jurnal Riset Akuakultur, 3(3), pp.437-448.

Rachmawati, D., Samidjan, I. and Setyono, H., 2015. 3. Manajemen Kualitas Air Media Budidaya Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) dengan Teknik Probiotik pada Kolam Terpal di Desa Vokasi Reksosari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. Pena Akuatika: Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 12(1).

Septiani, N. and Maharani, H.W., 2014. Pemanfaatan Bioflok Dari Limbah Budidaya Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Sebagai Pakan Nila (Oreochromis niloticus). e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan, 2(2), pp.267-272.




DOI: http://dx.doi.org/10.24127/sss.v5i2.1696

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


indexing by:

   

 

Supported by: