PEMANFAATAN KOTORAN SAPI MENJADI BIOGAS SEBAGAI BAHAN BAKAR RUMAH TANGGA DI DESA ASTOMULYO KECAMATAN PUNGGUR KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

Dwi Irawan, Kemas Ridhuan, Mafruddin Mafruddin, Riswanto Riswanto, Jepri Juliyanto, Doni Saputra

Abstract


ABSTRAK

Sapi merupakan hewan ternak yang cukup besar menghasilkan Metana (CH4) daripada ruminansia yang lain. Oleh karena itu semakin meningkat pertumbuhan peternakan mengakibatkan peningkatnya kontribusi emisi gas CH4 untuk Indonesia, supaya mengurangi dampak emisi gas dari kotoran peternakan perlu dilakukan pengolahan kotoran sapi untuk mengurai kandungan CH4 yang akan mencemari lingkungan. Lampung Tengah sedang menjalankan program kampung ternak dengan target 60 ribu ekor sapi. Dengan program itu akan lebih meningkatkan pertumbuhan sapi di lampung tengah. Hasil sensus pertanian 2013, bahwa Lampung Tengah merupakan kecamatan yang cukup banyak memiliki sapi yaitu sekitar 8327 ekor. Untuk pengabdian kami dilakukan di Desa Astomulyo Kecamatan Punggur Lampung Tengah. Teknologi yang akan kami laksanakan untuk mengurangi emisi gas CH4 adalah pengolahan kotoran sapi menjadi Biogas. Biogas yang dihasilkan dipergunakan langsung oleh warga, dan kami siapkan teknologi pemindahan dari penampungan biogas ke dalam tabung. Selain pembuatan biogas kami juga memodifikasi kandang agar lebih mudah dalam penolahan kotoran sapi menjadi biogas. Karena kebanyakan biogas rumahtangga tidak berjalan karena masyarakat malas mengangkat kotoran menuju digester. Pengolahan Biogas kami lakukan dengan mengaplikasikan penelitian tim dengan penambahan EM4 dan menggunakan sistem kontinyu juga dengan penambahan EM4 sebanyak 10%. Slury yang dihasilkan dari pengolahan biogas kami olah menjadi pupuk organik yaitu pupuk cair dan pupuk padat. Target dan luaran dari penelitian ini adalah, 1 buah digester pembuatan biogas, dan hasil biogas dengan kandungan CH4 lebih tinggi melalui teknologi purifikasi biogas. Merintis usaha pengembangan biogas dan pupuk organik dari slury biogas untuk meningkatan ekonomi mitra. Dengan adanya pengabdian ini harapanya bisa menambah ekonomi warga dengan usaha pupuk organik dan biogas.

Kata Kunci : Kotoran Sapi, Biogas, Alat Purifikasi.

ABSTRACT

Cows are animals large enough to produce methane (CH4) than other ruminants. Therefore, increased livestock growth results in an increase in the contribution of CH4 gas emissions to Indonesia, in order to reduce the impact of livestock manure gas emissions, it is necessary to process the cow manure to decompose the content of CH4, which will pollute the environment. Central Lampung is running a cattle breeding program with a target of 60,000 cows. This program will further increase livestock growth in Central Lampung. The 2013 agricultural census results that Central Lampung is a sub-district that has a lot of cows, which is around 8327 heads. For our service, it is performed in the village of Astomulyo, Punggur district, Lampung Central. The technology we will implement to reduce CH4 gas emissions is the processing of cow dung into biogas. The biogas produced is used directly by the residents, and we have prepared the technology to transfer it from the biogas reservoir to the cylinder. In addition to making biogas, we also modified the cage to facilitate the processing of cow dung into biogas. Because most household biogas doesn't work because people are too lazy to carry the dirt to the digester. We process the biogas applying the team's research with the addition of EM4 and using a continuous system also with the addition of 10% of EM4. The sludge produced from our biogas processing is transformed into organic fertilizer, ie liquid fertilizer and solid fertilizer. The goals and results of this research are 1 piece of biogas digester and biogas yields with higher CH4 content through biogas purification technology. Pioneer in the business of developing biogas and organic fertilizer from biogas slurry to improve partner economy. With this service, it is expected to increase the popular economy with organic fertilizers and biogas businesses.

Keywords: Cow dung, Biogas, Purification equipment.


Keywords


Kotoran Sapi, Biogas, Alat Purifikasi.

Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik kabupaten Lampung Tengah, hasil sensus ensus pertanian tahun 2013, di akses di https://lampungtengahkab.bps.go.id/

Dharma, U. S., & Bustomi, H. (2017). Pengaruh Temperatur Digester Sistem Kontinyu Terhadap Produksi Biogas Berbahan Baku Blotong. Turbo: Jurnal Program Studi Teknik Mesin, 6(2).

Irawan, D., & Suwanto, E. (2017). Pengaruh Em4 (Effective Microorganisme) Terhadap Produksi Biogas Menggunakan Bahan Baku Kotoran Sapi. Turbo: Jurnal Program Studi Teknik Mesin, 5(1).

Masherni. (2015).Analisa Agregat Kasar Sebagai Variabel Bahan Campuran Beton Menggunakan Metode Sni Dan Aci (Studi Kasus Beton Mutu K-300) Jurnal Tapak Vol. 4 No. 2 Mei 2015

Munawaroh, I. S., & Widiawati, Y. (2017). Profil Emisi Gas Rumah Kaca dari Sapi Potong di 34 Provinsi Menggunakan Metode Tier-2. In Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner (pp. 280-291).

Nurhayati, I., & Widiawati, Y. (2017). Emisi Gas Rumah Kaca dari Peternakan di Pulau Jawa yang Dihitung dengan Metode Tier-1 IPCC. In Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner (pp. 292-300).

Paparkan Potensi Lampung Tengah, Mustafa Pukau Dewan Pertimbangan Presiden tribunlampung.co.id di akses di, http://lampung.tribunnews.com/2017/12/28/paparkan-potensi-lampung-tengah-mustafa-pukau-dewan-pertimbangan-presiden.

Swasembada Daging, Lampung Tengah Genjot Populasi Ternak. tribunlampung.co.id diakses di http://lampung.tribunnews.com/2017/12/15/swasembada-daging-lampung-tengah-genjot-populasi-ternak

Sugiarto, S., Oerbandono, T., Widhiyanuriyawan, D., & Putra, F. S. P. (2013). Purifikasi Biogas Sistem Kontinyu Menggunakan Zeolit. Rekayasa Mesin, 4(1), 1-10.

Klinton, M., Sutikno, A., & Yoseva, S. Pemberian Pupuk Organik Bio-slurry Padat Pada Tanaman Pakchoy (Brassica Chinensis L.). Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Riau, 4(2), 1-11.




DOI: http://dx.doi.org/10.24127/sss.v4i1.1702

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Supported by:

Â