ANALISIS PERBAIKAN SUB GRADE/ TANAH DASAR MENGGUNAKAN BAHAN TAMBAHAN KAPUR DAN ABU SEKAM PADI PADA RUAS JALAN KI HAJAR DEWANTARA, 38 B BANJAR REJO LAMPUNG TIMUR - BATAS KOTA METRO

Yusuf Amran, Sari Utama Dewi

Abstract


Tanah dasar sebagai pondasi perkerasan di samping harus mempunyai kekuatan atau
daya dukung terhadap beban kendaraan, maka tanah dasar juga harus mempunyai stabilitas
volume akibat pengaruh lingkungan terutama air. Tanah dasar di ruas Jalan Ki Hajar
Dewantara 38 B Banjar Rejo Lampung Timur perlu dilakukan analisa lebih lanjut karena
terindikasi tanah lempung. Ruas jalan tersebut adalah salah satu ruas jalan di Lampung
Timur yang sering mengalami kerusakan walaupun telah dilakukan perbaikan perkerasan
terutama pada musim hujan dan ketika mengalami kelebihan tonase kendaraan yang
melewati jalan tersebut, hal ini adalah salah satu fenomena yang melatar belakangi
dilakukannya analisis ini karena ruas jalan tersebut merupakan salah satu jalan
penghubung antara Kota Metro-Kabupaten Lampung Timur yang dilalui kendaraan baik
pribadi maupun kendaraan umum dengan tonase berukuran kecil sampai besar.
Melimpahnya limbah merang (kulit padi) yang setelah mengalami proses
pembakaran berubah menjadi abu sekam padi di Kota Metro dan Lampung Timur
menginspirasikan peneliti untuk memanfaatkan limbah tersebut yang dicampur dengan
kapur untuk dijadikan sebagai bahan tambahan pada proses stabilisasi dan perkuatan tanah
dasar di lokasi penelitian sekaligus membantu pemerintah daerah dalam pelestarian
lingkungan daerah setempat.
Dari permasalahan yang ditunjukkan di atas, maka perlu dilakukan penelitian dengan
judul “Analisis Perbaikan Sub Grade/Tanah Dasar Menggunakan Bahan Tambahan Kapur
dan Abu Sekam Padi Pada Ruas Jalan Ki Hajar Dewantara, 38 B Banjar Rejo Lampung
Timur-Batas Kota Metro” Untuk uji di lapangan dilakukan uji borring dengan kedalaman
maksimal 1 m pada setiap titik lokasi yang akan dilakukan pengujian. Setelah itu sample
dibawa ke laboratorium guna mendapatkan informasi teknis mengenai parameter dan sifat
dari sample disturbed tersebut baik tanah asli dan campuran melalui beberapa pengujian
tanah antara lain kadar air, berat jenis tanah, CBR (kering dan rendaman), uji proctor,
sieve analysis dan atterberg limit (LL dan PL). Nilai CBR yang dipakai adalah nilai
optimum dari pengujian CBR Laboratorium. Berdasarkan grafik, nilai optimum CBR
Design ada pada komposisi 22 % penambahan kapur dengan nilai CBR Design 9.30%, dan
pada komposisi 22% penambahan tanah dengan abu sekam padi dengan nilai 8.79%.
Melihat nilai CBR yang telah diperoleh maka tanah hasil stabilisasi kapur lebih baik untuk
dijadikan bahan lapisan tanah dasar (Subgrade) untuk meningkatkan Daya Dukung Tanah
(DDT). Daya dukung tanah yang distabilisasi dengan kapur lebih besar dari pada tanah
yang distabilisasi dengan abu sekam padi, karena reaksi kapur yang terjadi pada campuran
tanah membentuk butiran baru yang lebih keras sehingga lebih kuat menahan beban yang
diberikan, disamping itu kapur sangat mudah tercampur dengan tanah, pada saat terendam
air campuran tanah dengan kapur lebih tahan lama dari pada abu sekam padi. Sedangkan
2 TAPAK Vol. 8 No. 1 November 2018 e-ISSN ; 2548-6209
p-ISSN ; 2089-2098
abu sekam padi tidak bisa terlalu lama menahan air, karena saat terendam ikatan antar butir
tanah dan antar butir tanah dengan abu sekam padi menjadi lemah sehingga
mengakibatkan berkurangnya tingkat kepadatan tanah yang berdampak menurunnya nilai
daya dukung tanah.
Kata Kunci : Stabilisasi Tanah Dasar, Tanah Lempung, Kapur dan Abu Sekam Padi

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24127/tp.v8i1.794

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.