KAPASITAS DUKUNG FONDASI TELAPAK PADA TANAH LEMPUNG YANG DISTABILISASI DENGAN CAMPURAN PASIR DAN ABU SEKAM PADI

Hari Dwi Wahyudi, Togani Cahyadi Upomo

Abstract


Fondasi merupakan bagian paling bawah dari suatu struktur yang mempunyai
fungsi sebagai mediator yang meneruskan beban konstruksi ke lapisan tanah yang berada
di bawah fondasi. Tanah di bawah fondasi akan mengalami tekanan geser (shear stresses)
jika tanah tesebut berada dalam kondisi menerima beban. Nilai tekanan geser ini sangat
dipengaruhi oleh besarnya beban yang diterima oleh tanah tersebut, dan dimensi geometrik
fondasi. Kuat geser (shear strength) adalah kemampuan tanah untuk menerima tekanan
geser akibat pembebanan yang terjadi. Jika nilai tekanan geser yang dialami oleh tanah di
bawah fondasi melebihi kuat geser tanah maka, tanah tersebut akan mengalami
keruntuhan.
Stabilisasi tanah adalah proses untuk memperbaiki bahkan mengubah sifat tanah
dasar dengan tujuan untuk meningkatkan mutu dan kemampuan daya dukungnya sehingga
aman terhadap konstruksi bangunan yang akan didirikan di atasnya. Abu sekam padi
(ASP) sebagai limbah dari hasil pengolahan padi menjadi beras pada merupakan salah satu
alternatif bahan additive yang dapat digunakan sebagai material stabilisasi tanah.
Secara umum, tanah yang distabilisasi dengan campuran pasir dan Abu Sekam Padi
(ASP) memiliki kapasitas dukung yang lebih baik dibandingkan dengan tanah yang tidak
distabilisasi. Penurunan yang terjadi akibat pembebanan yang diberikan pada tanah yang
distabilisasi akan semakin kecil seiring dengan penambahan prosentase Abu Sekam Padi
(ASP). Bentuk telapak fondasi memberikan pengaruh pada kapasitas dukung fondasi dan
nilai penurunan tanah di bawah fondasi. Komposisi bahan campuran untuk stabilisasi yang
optimal yaitu campuran pasir dan 50% ASP, dengan tebal lapisan stabilisasi adalah 0,5B.
Kata kunci : Fondasi, Lempung, Pasir, Stabilisasi, ASP.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24127/tp.v8i1.797

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.