RASIONALISASI JARINGAN STASIUN HUJAN MENGGUNAKAN METODE KAGAN RODDA DENGAN MEMPERHITUNGKAN FAKTOR TOPOGRAFI PADA DAS SAROKAH KABUPATEN SUMENEP (Pulau Madura, Jawa Timur)

Eri Prawati, Very Dermawan

Abstract


Data hasil pengukuran hujan didapatkan dari stasiun hujan yang tersebar di beberapa titik
pada suatu Daerah Aliran Sungai (DAS). Untuk menetapkan jumlah hujan yang jatuh di
dalam suatu Daerah Aliran Sungai (DAS), dibutuhkan sejumlah stasiun hujan yang di
pasang sedemikian rupa sehingga diperoleh data yang mewakili besaran hujan yang ada
pada DAS yang bersangkutan. Kesalahan dalam pengukuran seringkali terjadi dan ini yang
menyebabkan data tidak akurat. Jumlah penyebaran dan kondisi stasiun hujan merupakan
faktor yang sangat mempengaruhi kesalahan dalam pengukuran pada stasiun hujan.
Ketelitian pengukuran data hujan dipengaruhi oleh jumlah stasiun hujan dan pola
penyebaran di dalam DAS.
Berdasarkan analisaoWMO dan Kagan – Rodda yang telah dilakukan, diperoleh analisa
WMO merekomendasikan jumlahostasiun hujan yang ada di DAS Sarokah adalah 4
stasiun hujan. Sedangkan Kagan – Rodda merekomendasikan 7 stasiun hujanodengan
kualitas data yang baik. Melihatobentuk DAS Sarokah yang memiliki bentuk yang
memanjang, maka dipilih stasiun hujan hasil rekomendasi analisaoKagan – Rodda dengan
7 stasiun hujan agar tiap-tiap stasiun hujan dapat mewakili setiap luasan di DAS Sarokah.
Kata kunci: rasionalisasi, stasiun hujan, topografi

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24127/tp.v8i1.802

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.