Analisis Pengaruh Variasi Waktu Perlakuan Alkalisasi KOH (Kalium Hidroksida) Terhadap Sifat Mekanik Serat Tunggal Purun Tikus (Eleocharis Dulcis)

Authors

  • akhmad syarief Universitas Lambung Mangkurat

Keywords:

Serat purun tikus, alkalisasi KOH, sifat mekanik, kekuatan tarik, interfacial shear strength

Abstract

Pemanfaatan serat purun tikus (Eleocharis dulcis) sebagai bahan penguat komposit berpotensi besar karena kandungan selulosanya yang tinggi. Namun, sifat hidrofilik serat ini menghambat ikatan optimal dengan matriks, sehingga diperlukan perlakuan kimia untuk meningkatkan kualitasnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi waktu perlakuan alkalisasi menggunakan larutan KOH terhadap sifat mekanik serat tunggal purun tikus. Proses alkalisasi dilakukan dengan metode perendaman selama 3, 6, 9, dan 12 jam. Uji mekanik meliputi uji tarik dan pull-out untuk mengevaluasi kekuatan tarik, regangan, modulus elastisitas, serta interfacial shear strength (IFSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan selama 3 jam menghasilkan peningkatan paling signifikan, dengan kekuatan tarik mencapai 75,25 MPa, modulus elastisitas 12.137,5 MPa, dan IFSS 13,78 MPa. Peningkatan ini disebabkan oleh penghilangan lignin dan hemiselulosa yang memperbaiki ikatan antarmuka serat-matriks. Sebaliknya, perlakuan lebih lama menyebabkan degradasi selulosa dan menurunkan performa mekanik serat. Dengan demikian, waktu optimum perlakuan alkalisasi KOH pada serat purun tikus adalah 3 jam, yang mampu memberikan peningkatan maksimal terhadap kekuatan mekanik dan kualitas ikatan antarmuka.Namun, waktu perlakuan yang lebih lama menyebabkan degradasi struktur selulosa yang berdampak pada penurunan sifat mekanik serat. Dengan demikian, waktu optimum perlakuan alkalisasi KOH terhadap serat purun tikus adalah selama 3 jam.

 

Published

13-07-2026