PENGELOMPOKAN DAN PERLAKUAN SERTA KEMAMPUAN BAKAR KULIT BIJI MENTE PADA TEKNOLOGI BAKAR KULIT BIJI MENTE
DOI:
https://doi.org/10.24127/trb.v6i2.587Abstract
Biji mente berukuran kecil, sedang dan besar, kulit biji mente yang keras, dan CNSL yang ada pada kulit biji, yang bersifat racun. Kacang mente yang bermutu harus bebas dari CNSL, utuh dan tetap berwarna putih. Untuk itu dibuat Teknologi Bakar Kulit Mente yang memiliki 3 Selinder Ruang Vertikalâ€. Untuk bahan bakar bambu prosentase CNSL terendah yakni 38,7 %, dengan perlakuan pengukusan 13 menit, pada dimensi biji kecil, sedangkan bahan bakar daun lontar terendah pada bahan bakar 44,7%, dengan perlakuan pengukusan 11 menit dan penjemuran selama 16 jam. Kacang mente berwarna kuning lebih banyak terjadi pada bahan bakau daun lontar. Prosentase CNSL tersedikit terdapat pada biji mente yang kecil, dibandingkan biji yang sedang, dan biji besar semakin tinggi prosentase.References
[1]. Anonymous, 1998, “Teknologi Pengolahan Gelondong Mete, Liptan, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Ambon,Nopember 1998, 2 hal.
[2]. , 2015, Petani Mete Cari Pasar Di Luar NTT, Antara News, Oktober
[3]. Bedy Sudjarmoko, 2010, Analisis Adopsi Teknologi Jambu Mete di Nusa Tenggara Timur, Bul. Littro. Vol. 21 No. 1, hal 69 – 79, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri
[4]. Djokosetyardjo J. M., 2003, Ketel Uap, Cetakan Kelima, Jakarta, PT. Pradya Paramita
[5]. Hidayat Wahyu Marifka, 2015, “27 Ribu Warga NTT Jadi TKI dalam 4 Tahun Terakhir†Tempo, co, Selasa, 09 Juni 2015
[6]. Kreith Frank, Arko Projono Arko M.Sc., 1997, Prinsip-prinsip Perpindahan Panas, Edisi Ketiga, Jakarta, Erlangga
[7] Lukman Wawan, 2005, Teknik Perbaikan Kualitas Pengkacipan Buah Mente dengan Pengukusan, Buletin Teknik Pertanian, vol. 10 no. 1
[8] Istirokhatun T., Wardhana Wisnu Irawan dan Primely, 2011, “Analisa Pengaruh Kelembaban Kayu Terhadap Konsentrasi Pm 2,5 Dalam Dapur Berbahan Bakar Kayu Skala Replikasi Dan Rumah Tanggaâ€Jurnal Presipitasi, Vol. 8 No.1 Maret 2011, ISSN 1907-187X
[9]. Muljohardjo, M, 1991, Teknolodi dan Pengolahan Jambu Mete, Liberty, Yogyakarta
[10] Rismunandar, 1990, Memperbaiki Lingkungan dengan Bercocok Tanam Jambu Mede dan Avokat, Bandung, Sinar Baru, Cetakan Kelima
[11] Santoso, B., 1996, “Membuat Pengupas Biji Menteâ€, Tilik Desa IV (140) : 5
[12] Yokasing B. Yohanes, 2014â€, Upaya Mendapatkan Desain Mata Penyayat untuk Membangun Kacip Sesuai dengan Dimensi Kacang Mente di NTTâ€, Laporan Hasil Penelitian Rutin (tidak dipublikasikan), Kupang, Politeknik Negeri Kupang
[2]. , 2015, Petani Mete Cari Pasar Di Luar NTT, Antara News, Oktober
[3]. Bedy Sudjarmoko, 2010, Analisis Adopsi Teknologi Jambu Mete di Nusa Tenggara Timur, Bul. Littro. Vol. 21 No. 1, hal 69 – 79, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri
[4]. Djokosetyardjo J. M., 2003, Ketel Uap, Cetakan Kelima, Jakarta, PT. Pradya Paramita
[5]. Hidayat Wahyu Marifka, 2015, “27 Ribu Warga NTT Jadi TKI dalam 4 Tahun Terakhir†Tempo, co, Selasa, 09 Juni 2015
[6]. Kreith Frank, Arko Projono Arko M.Sc., 1997, Prinsip-prinsip Perpindahan Panas, Edisi Ketiga, Jakarta, Erlangga
[7] Lukman Wawan, 2005, Teknik Perbaikan Kualitas Pengkacipan Buah Mente dengan Pengukusan, Buletin Teknik Pertanian, vol. 10 no. 1
[8] Istirokhatun T., Wardhana Wisnu Irawan dan Primely, 2011, “Analisa Pengaruh Kelembaban Kayu Terhadap Konsentrasi Pm 2,5 Dalam Dapur Berbahan Bakar Kayu Skala Replikasi Dan Rumah Tanggaâ€Jurnal Presipitasi, Vol. 8 No.1 Maret 2011, ISSN 1907-187X
[9]. Muljohardjo, M, 1991, Teknolodi dan Pengolahan Jambu Mete, Liberty, Yogyakarta
[10] Rismunandar, 1990, Memperbaiki Lingkungan dengan Bercocok Tanam Jambu Mede dan Avokat, Bandung, Sinar Baru, Cetakan Kelima
[11] Santoso, B., 1996, “Membuat Pengupas Biji Menteâ€, Tilik Desa IV (140) : 5
[12] Yokasing B. Yohanes, 2014â€, Upaya Mendapatkan Desain Mata Penyayat untuk Membangun Kacip Sesuai dengan Dimensi Kacang Mente di NTTâ€, Laporan Hasil Penelitian Rutin (tidak dipublikasikan), Kupang, Politeknik Negeri Kupang
Downloads
Published
2017-12-29
Issue
Section
Articles
License
This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.
All articles published Open Access will be immediately and permanently free for everyone to read and download. We are continuously working with our author communities to select the best choice of license options, currently being defined for this journal as follows:

TURBO by JURUSAN TEKNIK MESIN is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.