ANALISIS PENGGUNAAN BATU SERPIH SEBAGAI MEDIA PENYIMPAN PANAS PADA KOLEKTOR SURYA

Suhendra Suhendra, Feby Nopriandy

Abstract


Pengeringan merupakan suatu proses yang bertujuan untuk pengawetan bahan pangan dengan cara mengurangi kadar air yang terkandung di dalam bahan tersebut menggunakan energi panas. Permasalahan pada pengering dengan sumber panas dari energi matahari adalah temperatur yang dihasilkan tidak stabil.  Upaya mengatasi permasalahan stabilitas temperatur adalah merancang bangun kolektor surya yang dilengkapi media penyimpan panas. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah membuktikan pengaruh media penyimpan panas berupa batu serpih dan pengaruh kecepatan aliran udara terhadap stabilitas temperatur yang dihasilkan kolektor surya pelat bergelombang. Pengujian pada kolektor surya dilakukan menggunakan media dan tanpa media penyimpan panas. Kecepatan aliran fluida yang keluar kolektor surya divariasikan menjadi 3 perlakuan yaitu 2 m/s, 4 m/s dan 6 m/s. Pengambilan data dimulai dari pukul 08.00 sampai pukul 16.00 dengan selang waktu pengambilan data adalah setiap 30 menit. Hasil uji kinerja menunjukkan bahwa kolektor surya dengan tambahan media penyimpan panas berupa batu serpih dapat meningkatkan performansi kolektor sebesar 3,92% pada ruang kolektor surya, dan sebesar 4,63% pada saluran keluar kolektor surya. Temperatur pada ruang kolektor dan saluran keluar kolektor yang menggunakan media penyimpan panas lebih stabil pada saat terjadi penurunan radiasi matahari. Kecepatan aliran udara pada saluran keluar kolektor mempengaruhi temperatur dalam ruang dan saluran keluar kolektor surya. Semakin cepat aliran udara keluar dari saluran keluar kolektor maka temperatur udara panas dalam ruang dan saluran keluar kolektor surya semakin rendah. Hasil pengujian mendapatkan temperatur tertinggi dalam ruang dan saluran keluar kolektor masing-masing sebesar 48,05oC dan 49,93oC pada saat kecepatan aliran udara 2 m/s.

Full Text:

PDF

References


Prasad, J, Vijay, VK, Tiwari, GN, Sorayan, VPS. 2006. Study on performance evaluation of hybrid drier for tumeric (Curcuma longa L.) drying at village scale. Journal of Food Engineering. 75(4):497-502.

Nitipraja, F. A., 2008, Rancangan Alat Pengering Dengan Kolektor Surya Pelat Datar Yang Menggunakan Air Sebagai Media Penyimpan Panas Untuk Pengeringan Gabah, Departemen Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor

Noor M.F., 2013, Analisa Penggunaan Bahan Penyimpan Panas Pada Kolektor Alat Pengering Benih Energi Surya, Jurnal Turbo Vol. 2 N0. 2, Hal. 13-16

Astawa K., Tista S.P.G., Saputra I.W.H., 2014, Analisis Performansi Kolektor Surya Pelat Datar dengan Media Penyimpan Panas Pasir untuk Pemanas Udara, Jurnal Teknika (Jurnal Ilmiah Teknik), Vol. 10, No. 1, Hal. 43 – 50

Mustaqimah, 2016, Penggunaan Kendal Sebagai Media Penyimpan Panas pada Kolektor Surya Plat Datar, Jurnal Rona Teknik Pertanian, Vol. 9 No. 2, Oktober 2016, Hal. 106 - 115

Abdullah, K., Wulandani, D., Wenu, F., dan Agustina, SE., 1994, Optimasi dalam Perencanaan Alat Pengering Hasil Pertanian dengan Energi Surya [laporan akhir penelitian hibah bersaing I]. Bogor (ID): Ditjen Dikti, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan IPB.

Nelwan L.O. 1997. Pengeringan Kakao dengan Energi Surya Menggunakan Rak Pengering dengan Kolektor Tipe Efek Rumah Kaca. Tesis. Program Pasca Sarjana. IPB Bogor

Kalogirou, S., 2009, Solar Energy Engineering : Processes And Systems, Elsevier, United States of America




DOI: http://dx.doi.org/10.24127/trb.v7i2.770

Refbacks

  • There are currently no refbacks.