KARAKTERISTIK BAHAN BAKAR PELLET BIOMASSA CAMPURAN PELEPAH KELAPA SAWIT DAN GETAH POHON PULAI YANG DI APLIKASIKAN PADA KOMPOR BIOMASSA

Sunaryo Sunaryo, Masarius Laia, Legisnal Hakim

Abstract


Di Provinsi Riau ada banyak perkebunan kelapa sawit yang menghasilkan pelepah sebagai limbah masih belum maksimal pemanfaatannya. Sebagian masyarakat hanya membiarkan saja hingga membusuk, sementara luas perkebunan kelapa sawit provinsi riau berdasarkan data Direktorat Jendral Perkebunan pada tahun 2017, total luas perkebunan sawit mencapai 2.776.500 Ha. Pulai merupakan pohon serbaguna, artinya hampir setiap bagian tanaman dapat dimanfaatkan, mulai dari bagian batang (kulit dan kayu), daun, akar dan getah. Kayu pulai mempunyai kelas awet V dan kelas kuat IV-V dengan berat jenis berkisar dari 0,27 – 0,49 g/cm³ dan banyak digunakan untuk pembuatan peti, korek api, hak sepatu, barang kerajinan seperti wayang golek dan topeng, cetakan beton, pensil “slate” dan bubur kertas (pulp). Metode pada pengujian nilai kalor American Society for Testing and Material (ASTM) Standar D5865-07a, Pengujian kadar abu dengan menggunakan metode Association of Official Analytical Chemist (AOAC) Official method, 2009. Alat yang digunakan adalah furnace, krus porselin dan timbangan digital, Pengujian kerapatan dilakukan setelah pellet biomassa keluar dari cetakan (initial density) dan Pengujian dilakukan menurut standar American Society of Automotive Engineers (ASAE) S269.4 DEC 96 menggunakan metode pengukuran langsung dengan alat jangka sorong (vernier caliper). Berdasarkan dari hasil beberapa pengujian yang telah dilakukan diantaranya yaitu uji nilai kalor, uji kerapatan, uji kadar abu, dan uji kadar air, sesuai pada tujuan dari penelitian ini yaitu seberapa besar pengaruh variasi pencampuran pelepah kelapa sawit yang sudah ditumbuk dengan getah pada pohon pulai sebagai pellet biomassa terhadap mutu yang dihasilkan. Pengujian nilai kalor dengan nilai rata-rata sebesar 5452,6 Cal/g, kerapatan dengan nilai rata-rata sebesar 0,84 g/cm³, pengujiaan kadar air dengan nilai rata-rata sebesar 5,74 %. Sementara pengujian kadar abu tidak memenuhi standar dimana nilai rata-rata sebesar 2,47 %.
Kata Kunci: Getah pulai, nilai kalor, pelepah sawit, dan pellet biomassa.


Full Text:

PDF

References


APRIANI, 2015. Uji Kualitas Biobriket Ampas Tebu Dan Sekam Padi Sebagai bahan Bakar Alternatif : Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Islam Negeri (Uin) Alauddin Makassar.

Ermy Puspitasari. 2014, Karakteristik Biopelet Campuran Cangkang Dan Pelepah Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) : Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.

Hasanuddin, ST, M.S dan Idham Halid Lahay, ST, M.Sc, 2012, Pembuatan Biopelet Ampas Kelapa Sebagai Energi Bahan Bakar Alternatif Pengganti Minyak Tanah Ramah Lingkungan: Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo.

Ir. Mashudi, M.Sc., Hamdan Adma Adinugraha, S.Hut, M.Sc. dan Dr. Vivi Yuskianti, SP., MSi, 2014. Budidaya Pulai (Alstonia Spp.) Untuk Bahan Barang Kerajinan: IPB press.

Ir. Mu’tasim Billah, MS. 2009, Bahan Bakar Alternatif Padat (Bbap) Serbuk Gergaji Kayu: hak penerbitan ada pada Penerbit UPN Press.

Ignatius Harry Tri Pambudi, Suwarto*, dan Sudirman Yahya. 2016, Pengaturan Jumlah Pelepah untuk Kapasitas Produksi Optimum Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jaqc.) : Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Muhammad Yusuf¹, Rudianda Sulaeman², Evi Sribudiani² , Pemanfaatan Pelepah Kelapa Sawit ( Elaeis Guenensis Jacq. ) Sebagai Bahan Baku Pembuatan Briket Arang : Fakultas Pertanian, Universitas Riau.

M. Afif Almu, Syahrul, Yesung Allo Padang. 2014 Analisa Nilai Kalor Dan Laju Pembakaran Pada Briket Campuran Biji Nyamplung (Calophyllm Inophyllum) Dan Abu Sekam Padi : Fakultas Teknik Universitas Mataram.

Meinovan Dani Setyopambudi, 2015, Analisa Karakteristik Mekanik Briket Dengan Variasi Ukuran Partikel Briket Arang Limbah Serbuk Gergaji Kayu Sengon : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Jember.

Moch. Ervando Among Satmoko. 2013, Pengaruh Variasi Temperatur Cetakan Terhadap Karakteristik Briket Kayu Sengon Pada Tekanan Kompaksi 6000 Psig : Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.

Nodali Ndraha. 2010, Uji Komposisi Bahan Pembuat Briket Bioarang Tempurung Kelapa Dan Serbuk Kayu Terhadap Mutu Yang Dihasilkan: Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.

Nursiah Chalid, 2011, Perkembangan Perkebunan Kelapa Sawit di provinsi Riau: Fakultas Ekonomi Universitas Riau.

Ramadiah. 2016, Uji Kualitas Briket Dari Limbah Kelapa Sawit: Fakultas Sains Dan Teknologi Uin Alauddin Makassar.

Reza Eka Delima, 2013. “Pengaruh Variasi Temperatur Cetakan Terhadap Karakteristik Briket Kayu Sengon Pada Tekanan Kompaksi 7000 Psig”, Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.

Sunaryo,Wahyu Widiatmo,2014 “Penelitian Nilai Kalor Bahan Bakar Biomassapada Limbah Kotoran Hewan, Universitas Pasir Pengaraian

Sunaryo, Abrar Ridwan, Anang Prasetyo. 2016, Uji karekteristik fisik dan mekanik bahan bakar briket campuran Serbuk kayu dan lateks sebagai energi alternative : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Riau




DOI: http://dx.doi.org/10.24127/trb.v7i2.785

Refbacks

  • There are currently no refbacks.