KARAKTERISTIK CAMPURAN CANGKANG DAN SERABUT BUAH KELAPA SAWIT TERHADAP NILAI KALOR DI PROPINSI BANGKA BELITUNG

Yudi Setiawan

Abstract


Pada umumnya uap yang diperlukan untuk memutar turbin dan untuk keperluan perebusan pada suatu pabrik kelapa sawit adalah boiler dengan memanfaatkan kembali limbah hasil pengolahannya berupa campuran cangkang dan serabut buah kelapa sawit sebagai bahan bakar. Kualitas suatu bahan bakar tergantung pada nilai kalor, nilai kalor tergantung pada kadar air, kadar abu, kadar volatilematter dan kadar karbon tetap yang terkandung pada bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran bahan bakar terhadap nilai kalor. Komposisi pengujian dalam penelitian ini adalah campuran cangkang dan serabut buah kelapa sawit dengan komposisi 80% serabut 20% cangkang, 75% serabut 25% cangkang, 50% serabut 50% cangkang, 25% serabut 75% cangkang, 20% serabut 80% cangkang. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa komposisi campuran yang memiliki nilai kalor tertinggi adalah campuran 80% serabut 20% cangkang dengan nilai kalor 16.584,233Kj/Kg, kadar air 14,099%, kadar abu 7,776%, kadar volatillematter 69,872%, karbon tetap 7,478%. dari penelitian ini juga disimpulkan bahwa semakin tinggi kadar volatilematter dan kadar karbon tetap semakin tinggi nilai kalor yang dihasilkan dan sebaliknya semakin tinggi kadar air dan kadar abu maka nilai kalor yang dihasilkan semakin rendah pada bahan bakar cangkang, serabut buah kelapa sawit

Full Text:

PDF

References


[I] Darmanto, Seno., Ireng Sigit A. 2006. Analisa Biodisel Minyak Kelapa Sebagai Bahan Bakar Alternatif Minyak Diesel. Semarang : Traksi. Vol. 4. No. 2, Desember 2006.

[II] Daniel Romatua., 2007. Kajian Ekperimental Pengaruh Pengurangan Kadar Air Terhadap Nilai Kalor Terhadap Bahan Bakar Padat.Teknik Mesin Universitas Sumatera Utara.

[III] Djazuli Muhammad. dan Bambang Prastowo. 2008. Bahan Bakar Nabati Alternatif Pengganti Minyak Tanah. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Vol.30. No. 24. 2008.

[IV] Eddy dan Budi., 1990, Teknik Pembakaran Dasar dan Bahan Bakar, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri -ITS, Surabaya.

[V] E.P. Meliala, dan Iwan S. 2010. Analsisis Pemilihan Bahan Bakar untuk Pengoperasian Continous Annealing Furnace (CAF). Jakarta: BPPT.

[VI] Farel H. Napitupulu. 2006. Analisis Nilai Kalor Bahan Bakar Serabut dan Cangkang Sebagai Bahan Bakar Ketel Uap di Pabrik Kelapa Sawit. Medan: Universitas Sumatera Utara.

[VII] Wahyu Purwo Raharjo. 2007. Pemanfaatan Oli Bekas Dengan Pencampuran Minyak Tanah Sebagai Bahan Bakar Pada Atoming Burner. Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta




DOI: http://dx.doi.org/10.24127/trb.v1i1.85

Refbacks

  • There are currently no refbacks.