Kajian Eksperimen Kapasitas dan Efisiensi Perontokan pada Power Thresher dengan Variasi Kecepatan Putar dan Jumlah Gigi Silinder Perontok

Suhendra Suhendra, Muliadi Muliadi, Iman Syahrizal, Ari Rianto

Abstract


Penerapan teknik perontokan yang kurang tepat dapat meningkatkan kehilangan hasil. Proses perontokan secara umum dapat dilakukan menggunakan cara manual dan mekanis. Perontokan secara mekanis dilakukan menggunakan thresher dengan mekanisme perontok berupa gigi yang terpasang pada silinder perontok. Gigi perontok terbuat dari baut atau besi bulat padat biasanya dapat diatur tinggi rendahnya. Pergerakan silinder perontok dapat dihasilkan secara manual menggunakan engkol pemutar atau menggunakan engine. Kecepatan putar dan jumlah gigi pada silinder perontok merupakan parameter yang memiliki pengaruh terhadap hasil perontokan, karena parameter tersebut sering divariasikan oleh petani saat melakukan proses perontokan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji kinerja pada power thresher dan membuktikan pengaruh kecepatan putar dan jumlah gigi silinder perontok terhadap kapasitas dan efisiensi perontokan pada padi varietas Sirendah. Kecepatan putar silinder perontok divariasikan menjadi 4 perlakuan yaitu 364, 446, 476 dan 512 rpm. Jumlah gigi pada silinder perontok divariasikan menjadi 4 perlakuan yaitu 40, 52, 60 dan 68 buah. Variabel tak bebas penelitian meliputi kapasitas dan efisiensi perontokan gabah pada power thresher. Berdasarkan hasil pengujian kecepatan putar silinder perontok pada power thresher sangat berbeda nyata pengaruhnya terhadap kapasitas perontokan gabah, sedangkan jumlah gigi silinder perontok sangat berbeda nyata pengaruhnya terhadap efisiensi perontokan gabah. Interaksi perlakuan kecepatan putar 512 rpm dan gigi silinder perontok  berjumlah 68 buah menghasilkan kapasitas perontokan terbaik yaitu 569 kg/jam. Interaksi perlakuan jumlah gigi perontok 52 buah pada kecepatan putar silinder perontok 446 rpm menghasilkan efisiensi perontokan terbaik yaitu sebesar 95,3%.

Full Text:

PDF

References


. Ananto E, Setyono A, Sutrisno. Panduan Teknis Penanganan Panen dan Pascapanen Padi dalam Sistem Usahatani Tanaman-Ternak. Bogor: Puslitbangtan; 2003.

. Iswari K. Kesiapan Teknologi Panen Dan Pascapanen Padi Dalam Menekan Kehilangan Hasil Dan Meningkatkan Mutu Beras. Jurnal Litbang Pertanian. 2012;31(2):58–67.

. Sulistiaji K. Alat dan Mesin (Alsin) Panen dan Perontokan Padi di Indonesia. Serpong: Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian; 2007.

. Iqbal, Suhardi, Nirisnawati SA. Uji Unjuk Kerja Alat dan Mesin Perontok Multiguna. Jurnal Ilmu Rekayasa Pertanian dan Biosistem. 2018;6(1):12–6.

. Hasbullah R, Indaryani R. Penggunaan Teknologi Perontokan untuk Menekan Susut dan Mempertahankan Kualitas Gabah. JTEP Jurnal Keteknikan Pertanian. 2009; 23(2):111–8.

. Subekti A, Permana D, W TYA, Muflih MA. Keragaan Plasma Nutfah Padi Lokal di Kalimantan Barat. 2013;729–37.

. P3TP. Varietas Unggul, Padi [Internet]. Pusat Penelitian dan Pengambangan Tanaman Pangan. 2013. Available from: http://pangan.litbang.pertanian.go.id/varietas-489.html

. Herawati H. Mekanisme Dan Kinerja pada Sistem Perontokan Padi. Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah. 2008;6(2):195–203.

. Montgomery DC. Design and Analysis of Experiments. 9th ed. John Wiley & Sons, Inc; 2013. 1-681 p.

. SNI. Mesin Perontok Padi, Cara Uji Unjuk Kerja. Badan Standarisasi Nasional; 1989. 1-5 p.

. Deptan. Pedoman Teknis Penanganan Pascapanen dan Pemasaran Gabah. Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian. Departemen Pertanian; 2007.




DOI: http://dx.doi.org/10.24127/trb.v8i1.913

Refbacks

  • There are currently no refbacks.