KUNCI TAUBAT MELALUI TAZKIYATUN NAFS KAJIAN TAFSIR QS AN-NISA/4:17-18

Authors

  • Asnita Asnita Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia
  • Halimah Basri Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia
  • Andi Miswar Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia

Keywords:

al-Qur’an, taubat, tazkiyatun nafs

Abstract

Taubat ditandai dengan penyesalan dengan sepenuh hati atas kesalahan yang telah berlalu, memohon ampun dengan lisan, menghentikan kemaksiatan dari badan, bertekad untuk tidak mengulang kesalahan dengan cara menyucikan diri dengan sebenar-benarnya. Taubat menjadikan seseorang membersihkan jiwanya dari sifat-sifat buruk menuju kesadaran yang diperintahkan ilahiah yang lebih tinggi. Langkah ini menjadi jembatan dalam menyucikan diri manusia agar mencapai derajat ihsan (moral) dan ketenangan batin. Dengan demikian, taubat menjadi inti dari proses tazkiyatun nafs, yakni jalan menuju pembentukan akhlak kepribadian yang bersih, beriman, suci dari kesalahan, dan berakhlak mulia sesuai dengan ajaran petunjuk dalam al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui arti taubat dalam perspektif al-Qur’an kaitannya dengan tazkiyatun nafs, 2) Mendeskripsikan gambaran taubat dalam perspektif al-Qur’an dan 3) Mengetahui syarat-syarat diterimanya taubat dalam perspektif al-Qur’an kaitannya dengan tazkiyatun nafs. Jenis penilitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui metode analisis tafsir tematik terhadap ayat-ayat al-Qur’an yang sejalan dengan taubat yakni QS al-Nisa [4]:17-18. Hasil kajian memberikan petunjuk bahwa taubat dalam al-Qur’an bukan hanya dipahami sebagai penyesalan, kembali dari jalan yang sesat, menghentikan kemaksiatan, dan permohonan ampun, tetapi merupakan mekanisme penyucian diri dari dosa yang diperbuat dan spiritual agar lebih dekat dengan sang khalik.

Repentance is characterized by wholehearted repentance for past sins, asking for forgiveness verbally, stopping wickedness from the body, determination not to repeat the mistake by truly purifying oneself. Repentance makes one cleanse his soul of evil qualities towards a higher divinely commanded consciousness. This step is a bridge in purifying human beings in order to achieve the degree of ihsan (moral) and inner peace. Thus, repentance is the core of the process of tazkiyatun nafs, which is the path to the formation of a personality that is clean, faithful, pure from error, and noble character in accordance with the teachings of the guidance in the Qur'an. This research aims to 1) Know the meaning of repentance in the perspective of the Qur'an in relation to tazkiyatun nafs, 2) Describe the picture of repentance in the perspective of the Qur'an and 3) Know the conditions of receiving repentance in the perspective of the Qur'an in relation to tazkiyatun nafs. This type of research uses a descriptive qualitative approach through the method of thematic interpretation analysis of Qur'anic verses that are in line with repentance, namely QS al-Nisa [4]:17-18. The results of the study indicate that repentance in the Qur'an is not only understood as repentance, returning from a stray path, stopping disobedience, and asking for forgiveness, but is a mechanism of self-purification from sins committed and spiritually to be closer to the khalik.

Author Biography

Asnita Asnita, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia

-

Published

2026-06-12