STRATEGI KEPALA PESANTREN DALAM MENGEMBANGKAN BUDAYA ECO PESANTREN SEBAGAI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI PONDOK PESANTREN JARINABI
DOI:
https://doi.org/10.24127/att.v10i1.5194Keywords:
eco pesantren; pendidikan karakter; strategi kepala pesantrenAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepala pesantren dalam mengembangkan budaya eco pesantren sebagai penguatan pendidikan karakter di Pondok Pesantren Jarinabi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala pesantren meliputi perencanaan program berbasis lingkungan, keteladanan, pemberdayaan sumber daya manusia, integrasi nilai-nilai lingkungan dalam pembelajaran, serta pembiasaan melalui kegiatan nyata seperti pengelolaan green house untuk penanaman cabai dan pemanfaatan lahan pesantren untuk menanam sayuran. Implementasi strategi tersebut terbukti mampu membentuk karakter santri yang religius, disiplin, tanggung jawab, gotong royong, mandiri, dan peduli lingkungan. Namun demikian, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan sumber daya, perbedaan kesadaran santri, dan tantangan dalam menjaga konsistensi program. Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan dan inovasi berkelanjutan dalam pengelolaan eco pesantren. Dengan demikian, budaya eco pesantren dapat menjadi model efektif dalam penguatan pendidikan karakter di lembaga pendidikan Islam.
This study aims to analyze the strategies of the pesantren leader in developing an eco-pesantren culture as a reinforcement of character education at Pondok Pesantren Jarinabi. This research employs a qualitative approach with a descriptive case study design. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation, while data analysis uses an interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the leader’s strategies include planning environment-based programs, role modeling, empowering human resources, integrating environmental values into learning, and habituation through practical activities such as managing a greenhouse for chili cultivation and utilizing the pesantren yard for growing vegetables. The implementation of these strategies effectively shapes students’ character, including religiosity, discipline, responsibility, cooperation, independence, and environmental awareness. However, several challenges remain, such as limited resources, varying levels of student awareness, and difficulties in maintaining program consistency. Therefore, continuous improvement and innovation are needed to optimize the implementation of eco-pesantren culture. In conclusion, eco-pesantren culture can serve as an effective model for strengthening character education in Islamic educational institutions
References
Anwar, M. (2015). Pendidikan kecakapan hidup (life skills education). Bandung: Alfabeta.
Creswell, J. W. (2017). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage Publications.
Hidayat, R. (2021). Eco pesantren sebagai model pendidikan berbasis lingkungan. Jurnal Pendidikan Islam, 6(2), 123–135.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2019). Panduan program eco pesantren. Jakarta: KLHK.
Keraf, A. S. (2010). Etika lingkungan hidup. Jakarta: Kompas.
Lickona, T. (2012). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Lickona, T. (2013). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mulyasa, E. (2018). Manajemen berbasis sekolah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Muslich, M. (2011). Pendidikan karakter: Menjawab tantangan krisis multidimensional. Jakarta: Bumi Aksara.
Nata, A. (2017). Pendidikan Islam di era globalisasi. Jakarta: Kencana.
Qomar, M. (2007). Manajemen pendidikan Islam. Jakarta: Erlangga.
Rahman, F. (2024). Penguatan pendidikan karakter melalui budaya sekolah berbasis lingkungan. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 9(1), 45–58.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Tilaar, H. A. R. (2012). Pendidikan, kebudayaan, dan masyarakat madani Indonesia. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Yusuf, M. (2022). Integrasi nilai lingkungan dalam pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 8(1), 67–80.