KONTRUKSI KEPEMIMPINAN DALAM MEMBANGUN BUDAYA ORGANISASI YANG ISLAMI DI SEKOLAH
DOI:
https://doi.org/10.24127/att.v10i1.5229Keywords:
budaya organisasi; kepemimpinan Islami; kepemimpinan sekolah; pendidikan IslamAbstract
Sebuah kepemimpinan memiliki peran penting untuk membangun suatu budaya organisasi di lembaga pendidikan. Dalam konteks pendidikan Islam, kepemimpinan bukan berfungsi sebagai proses manajerial saja, namun bisa menjadi sarana guna menanamkan nilai-nilai keislaman dalam sebuah kehidupan organisasi sekolah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis konstruksi kepemimpinan dalam membangun budaya organisasi yang Islami di sekolah. Penelitian ini memanfaatkan pendekatan kualitatif dan metode library research guna untuk mengkaji dari berbagai sumber literatur sebagai landasan, adapun yang digunakan yaitu buku, jurnal ilmiah, serta hasil penelitian terdahulu yang berkaitan, terhubung dan relevan dengan topik pada studi kasus yang sedang dibahas oleh penulis. Data dikumpulkan lewat studi dokumentasi, yang kemudian akan di analisis dengan teknik content analysis (analisis isi). Adapun hasil yang diperoleh yaitu suatu kepemimpinan mempunyai peranan yang strategis untuk membentuk suatu budaya organisasi Islami lewat penanaman nilai-nilai amanah, kejujuran, tanggung jawab, musyawarah, dan keteladanan. Penerapan budaya organisasi Islami ini juga bisa dilakukan lewat berbagai program pembiasaan religius seperti kegiatan ibadah bersama, pembinaan akhlak, serta membuat lingkungan sekolah yang lebih taat (religious). Oleh karenanya, sebuah kepemimpinan yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam mampu membangun budaya organisasi sekolah, bukan sekedar efektif secara manajerial, namun juga bisa untuk membentuk karakter atau watak siswa yang lebih religius.
Leadership plays a crucial role in building an organizational culture in educational institutions. In the context of Islamic education, leadership serves not only as a managerial process but also as a means to instill Islamic values in the life of a school organization. The purpose of this study is to analyze the construction of leadership in building an Islamic organizational culture in schools. This study utilizes a qualitative approach and library research methods to examine various literature sources as a basis, including books, scientific journals, and previous research results related, connected, and relevant to the topic of the case study being discussed by the author. Data were collected through documentation studies, which were then analyzed using content analysis techniques. The results obtained indicate that leadership plays a strategic role in shaping an Islamic organizational culture through the instillation of the values of trustworthiness, honesty, responsibility, deliberation, and exemplary behavior. The implementation of this Islamic organizational culture can also be done through various religious habituation programs such as joint worship activities, moral development, and creating a more religious school environment. Therefore, leadership based on Islamic values is able to build a school organizational culture, not only managerially effective, but also able to shape the character or nature of students to be more religious.
References
Arian, & Fitry. (2022). Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Mengembangkan Budaya Islami di Sekolah Menengah Pertama. Ta’dib: Jurnal Pemikiran Pendidikan, 11(2).
Arikunto. (2019). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Budiman, Nurrudin, & Hidayatullah. (2024). Pengembangan Kepemimpinan Inklusif Dalam Pendidikan Islam di Era 5.0. Jurnal Kepemimpinan Dan Pengurusan Sekolah, 10(2).
Bush. (2019). Educational Leadership and Management: Theory, Policy, and Practice. London: Sage Publications.
Fathurrohman. (2018). Budaya Religius dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. Yogyakarta: Kalimedia.
Hakim. (2019). Kepemimpinan Islam dalam Pendidikan. Jurnal Pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Islam, 18(2).
Hidayat, & Machali. (2018). The Handbook of Education Management: Teori dan Praktik Pengelolaan Sekolah/Madrasah di Indonesia. Jakarta: Prenadamedia Group.
Mestika. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Miles, & Huberman. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). California: SAGE Publications.
Prasetyo. (2021). Implementasi Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(2).
Rahman, Supriadi, & Fitriani. (2022). Teacher Competence and Learning Outcomes in Elementary Schools. Journal of Educational Research., 15(2).
Rofiq. (2021). Islamic Leadership and School Culture In Islamic Educational Institutions. Journal of Islamic Education Studies, 9(1).
Saputri, Anggalia, & Ahmadi. (2024). Problematika dan strategi kepemimpinan Islami dalam lembaga pendidikan Islam. Qouba: Jurnal Pendidikan, 2(1).
Schein. (2017). Organizational Culture and Leadership (5th ed.). Hoboken: John Wiley & Sons.
Siregar. (2016). Tingkat Kesadaran Masyarakat Nelayan terhadap Pendidikan Anak. Jurnal Ilmu Pemerintahan Dan Sosial Politik UMA, 4(1).
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta.
Sutrisno, & Wibowo. (2020). The Role Of School Leadership In Developing Religious Culture In Islamic Schools. International Journal of Educational Management, 34(3).
Yukl. (2020). Leadership in Organizations (9th ed.). New York: Pearson.