Jong Java in The Whirlpool of The Indonesian National Movement
Abstract
This article discusses the journey of Indonesian youth organisations, from Tri Koro Dharmo to Jong Java, as part of the Indonesian national movement during the ethical policy period. The research method used is historical research with a literature study approach to reveal how the changes from Tri Koro Dharmo to Jong Java reflect the development of the Indonesian youth movement. Based on the results of the research, it was found that the education provided by the Dutch colonial government, although intended to create a skilled workforce, actually gave rise to educated youth who fought for Indonesia. The youth's dissatisfaction with the dominance of their elders in Budi Utomo led to the establishment of Tri Koro Dharmo in 1915, which was later renamed Jong Java in 1918. This organisation initially focused on Javanese culture but became increasingly inclusive by accepting young people from all over Indonesia. Through congresses and meetings, Jong Java fostered a sense of unity and political awareness among young people. The name change to Jong Java signified a transformation from a limited organisation to a more open one. Jong Java's success peaked with the 1928 Youth Congress, which united various youth organisations in the struggle for Indonesian independence.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ahmaddani. (1992). Pemuda Indoensia dalam Dimensi Sejarah Perjuangan Bangsa. Jakarta: Indo-Media Communication.
Akira Nagazumi. (1989). Bangkitnya Nasionalisme Indonesia Budi Utomo 1908-1918. Jakarta: Temprint.
Bambang Suwondo. (1978). Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Jawa Timur. Jakarta: Proyek Penelitian dan Perencanan Kebudayaab Daerah.
Cahyo Budi Utomo. (1995). Dinamika Pergerakan Kebangsaan Indonesia dari Kebangkitan Hingga Kemerdekaan. Semarang: IKIP Semarang Press.
Daud Aris Tanudirjo, Indonesia DalamArus Sejarah, Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 2011.
Deliar Noer, Munculnya Elit Modern Indonesia, Jakarta: Pustaka Jaya, 1984.
Gamal Komandoko. (2008) Boedi Oetomo Awal Bangkitnya Kesadaran Bangsa, Yogyakarta: Media Pressindo.
Helius Sjamsuddin, Metodologi Sejarah, Yogyakarta: Ombak, 2007.
John Ingleson, Jalan ke Pengasingan: Pergerakan Nasionalis Indonesia 1927-1934, 12 Jakarta: LP3ES, 1983.
Jurusan Pendidikan Sejarah. (2013). Pedoman Penulisan Tugas Akhir Skripsi, Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta.
Koentjoro Poerbopranoto, (1930). Gedenkboek Jong Java 7 Maret 1915-1930, Jakarta: Pedoman Besar Jong Java.
Kuntowijoyo. (2003). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Bentang Pustaka.
Lerissa. 1989. Sejarah Pemikiran Tentang Sumpah Pemuda. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Budaya.
Legge, J.D., , Kaum Intelektual dan Perjuangan Kemerdekaan: Peranan Kelompok Syahrir, Jakarta: Pustaka UtamaGrafiti, 1993.
Louis Gottschalk, “Understanding History”, terj. Nugroho Notosusanto, Mengerti Sejarah, Jakarta: UI Press, 1975.
Marwati Djoened, Nugroho Notosusanto. (2009). Sejarah Nasional Indonesia V: Zaman Kebangkitan Nasional dan Masa Akhir Hindia Belanda (± 1900-1942). Jakarta: Balai Pustaka.
Miriam Budiardjo. (2011). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia Pustaka.
Momon Abdulgani. (2005). Sumpah Pemuda Latar Belakng dan Pengaruhnya bagi Pergerakan Nasional. Jakarta: Museum Sumaph Pemuda.
Nia Kania Winayanti, Dasar Hukum Pendirian dan Pembubaran Ormas, Yogyakarta: Pustaka Yustisia, 2011.
Nyoman Dekker, Sejarah Indonesia dalam Abad ke XX, Malang: FKISIKIP, 1973.
________(1978). Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Jawa Tengah. Jakarta: Proyek Penelitian dan Perencanan Kebudayaan Daerah.
Pitut Soeharto, A. Zainoel Ihsan. (1981). Maju setapak. Jakarta: Aksara Jayasakti.
Pringgodigdo. A. K. (1994). Sejarah Pergerakan Rakyat Indonesia. Jakarta: Dian Rakyat.
Raharjo, M., & Kumalasari, D. (2016). Perkembangan Organisasi Tri Koro Dharmo Pada Masa Pergerakan Nasional Tahun 1915-1918. Risalah, 1(2), 1–15.
Rahman, M. A. (2015). Jong Java Peranannya Dalam Persatuan Bangsa. Museum Sumpah Pemuda.
Ricklefs, M.C., Sejarah Indonesia Modern, Jakarta: Serambi, 2005.
Rutgers, S. J. (2012). Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia. Yogyakarta: Ombak.
Sagimun. (1989). Peranan Pemuda dari Sumaph Pemuda sampai Proklamasi. Jakarta: PT. Bina Aksara.
Sari, E. P., & Rizqi, Y. F. (2019). Smith’s Nationalism Perspektive In The Indonesian History Textbooks On The Youth Oath 1928 Narrative. 10(2), 71–76.
Sartono Kartodirdjo. (1967). Kolonialisme dan Nasionalisme di Indonesia Abad XIX-XX. Lembaran Sejarah No 1. Yogyakarta: UGM.
Selo Sumardjan, Perubahan Sosial Di Yogyakarta, Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 1981.
Soerjono Soekanto. (1983). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali.
Sudiyo. (2002). Pergerakan Nasional Mencapai dan Mempertahankan Kemerdekaan. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.
Sugiharti. (2016). Eksistensi Organisasi Jong Java Dalam Pergerakannasional (1915-1931). Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.
Suhartono. (1994). Sejarah Pergerakan Nasional: Dari Budi Utomo Sampai Proklamasi 1908- 1945. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Susanto Tirtoprodjo, Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia, Jakarta: P.T. Pembangunan, 1996.
Tim Penulis. (2010). Indonesia dalam Arus Sejarah 5: Masa Pergerakan Kebangsaan. Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve.
“Verslag dari Congres Jong Java jang ke XI di Djokjakarta pada tanggal 25 sampai pada tanggal 29 Desember 1928”, Jong Java, Desember 1928. Yogyakarta, 18 Juli 201.
DOI: http://dx.doi.org/10.24127/sd.v10i1.4954
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 SWARNADWIPA: Jurnal Kajian Sejarah, Sosial, Budaya, dan Pembelajarannya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

TOOLS:


