KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL PADA RUAS JALAN PEMUDA-HAYAM WURUK-KAMBOJA KOTA BANDAR LAMPUNG

Leni Sriharyani, Septyanto Kurniawan, Emilia Dwi Setiowati

Abstract


Simpang tak bersinyal sering  menimbulkan konflik lalu lintas, khususnya pada kawasan dengan aktivitas tinggi. Penelitian ini menganalisis kinerja simpang tak bersinyal di ruas Jalan Pemuda–Hayam Wuruk–Kamboja, Kota Bandar Lampung menggunakan MKJI 1997 dengan parameter kapasitas, derajat kejenuhan, tundaan, dan peluang antrian. Data diperoleh melalui survei geometrik dan volume lalu lintas selama tujuh hari pada tiga periode jam puncak. Hasil analisis menunjukkan kinerja terpadat pada periode sore, pukul 17.00-18.00 WIB dengan kapasitas (C)  2.125,800 smp/jam, derajat kejenuhan (DS) 0,703, tundaan simpang (D) 11,773 det/smp, dan peluang antrian (QP%) 20,142%–40,962%. Dengan DS < 0,75, tingkat pelayanan termasuk kategori C, artinya simpang masih mampu menampung arus lalu lintas. Perlintasan sebidang  kereta api dekat simpang diperoleh tundaan terlama 10,34 det/kend dan panjang antrian 150 meter, jarak sisa dari panjang antrian terakhir menuju simpang sekitar 0–20 meter menunjukkan simpang berada pada kategori pengaruh tinggi akibat keberadaan perlintasan sebidang kereta api

Keywords


Kinerja Simpang Tak Bersinyal, MKJI 1997, Lampung

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24127/tp.v15i1.4760

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.24127/tp.v15i1.4760.g2368

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Stats